Stay in The know

Sex & Love

Proses Bercerai Secara Verstek, Ini Penjelasannya

Proses Bercerai Secara Verstek, Ini Penjelasannya

Proses bercerai secara verstek adalah perceraian yang dilakukan secara sepihak.

Durasi baca: 1 menit.


Kabar keretakan rumah tangga pasangan selebriti Gading Marten dan Gisella Anastasia, serta Angga anggota grup Maliq & D’Essentials dengan Melanie Putria, memang mencengangkan publik. Karena kedua pasangan selebriti ini dikenal sebagai pasangan harmonis yang jauh dari gosip, lengkap dengan anak tunggal mereka. 


Gisella Anastasia dikabarkan mendaftarkan gugatan cerainya terhadap Gading Marten pada 19 November 2018 lalu. Kemudian di tanggal 5 Desember 2018 Gisel dan Gading menghadapi sidang perceraian perdana mereka. Sayangnya, saat itu Gisel dan Gading kompak tidak menghadiri persidangan sehingga harus diundur ke tanggal 12 Desember 2018.

(BACA JUGA: Mengejutkan, Gisella Anastasia Gugat Cerai Gading Marten)


Melansir dari beberapa laman media massa, ternyata ketidak hadiran Gading di sidang perceraiannya memang seakan sudah direncanakan. Sehingga Gisel sebagai penggugat dapat bercerai secara verstek karena prosesnya jadi lebih cepat.


Inti dari perceraian secara verstek adalah, persidangan atau proses hanya dilakukan oleh penggugat. Sehingga perceraian dianggap sudah mencapai titik final, tidak ada lagi mediasi, tidak ada lagi rujuk. Itulah mengapa, proses perceraian secara verstek jadi lebih cepat dibandingkan dengan proses perceraian pada umumnya.




Putusan verstek akan sah jika pihak tergugat tidak mengajukan upaya hukum verzet (perlawanan) terhadap putusan verstek tersebut. Artinya, putusan verstek itu sudah ditetapkan kesahannya di mata hukum negara. 


Proses perceraian secara verstek juga bisa terjadi jika pasangan yang hendak bercerai sama-sama memutuskan tidak hadir di sepanjang sidang. Alias hanya diwakili oleh kuasa hukum masing-masing.


(Andiasti Ajani, foto: rawpixel, zoriana stakhniv/unsplash.com)

You Might Also LIke