Stay in The know

Sex & Love

Mengapa Seseorang Mampu Bertahan dalam Hubungan yang Tidak Bahagia?

Mengapa Seseorang Mampu Bertahan dalam Hubungan yang Tidak Bahagia?

“Bertahan karena Anda tidak ingin menyakiti orang lain, adalah egois,” Ujar Lilla. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Durasi baca: 55 detik.


Bagi sebagian orang, mungkin akan ada banyak sekali alasan mengapa mereka tetap mempertahankan hubungannya, meski sudah tidak saling cinta lagi.


Misalnya saja, kekhawatiran tentang anak-anaknya, keuangan, teman, keluarga, gaya hidup, dan posisi di masyarakat juga turut memengaruhi keputusan untuk tetap bersama.

(BACA JUGA: Bagaimana Fantasi Seksual Dapat Meningkatkan Kualitas Hubungan dengan Pasangan?)


ALASAN TETAP BERTAHAN

Samantha Joel, seorang peneliti, pernah melakukan sebuah studi tentang mengapa orang-orang mempertahankan hubungannya. Ia mengungkapkan bahwa, semakin banyak pasangan yang bergantung pada sebuah hubungan, semakin kecil pula kemungkinan mereka untuk berani mengambil keputusan untuk berpisah.


Atau bisa disimpulkan, bahwa seseorang mungkin termotivasi untuk tetap berada dalam hubungan yang tidak memuaskan, hanya karena kasihan pada pasangan mereka.




Kristen Lilla, seorang terapi seks pernah berkomentar di CNN soal hal tersebut. Menurutnya, dalam hubungan yang tidak bahagia, kita tetap merasa tidak melakukan apa pun. Bahkan hal yang paling konyol, seperti memutuskan untuk tetap bersama dengan alasan tidak menyakiti pasangan, adalah hal yang menurutnya menunjukkan sikap egoisnya seseorang.


“Bertahan karena Anda tidak ingin menyakiti orang lain adalah egois, karena mengambil hak orang lain dalam membuat keputusan. Anda mungkin merasa bahwa pasangan Anda tidak akan baik-baik saja tanpa Anda. Jadi Anda tetap bersama mereka, karena kasihan,” tutur Lilla.


Lalu, bagaimana cara mengatasi atau membuat keputusan, di saat keadaan semakin hari semakin terus memburuk?

  • PAGE
  • 1
  • 2

Author:

You Might Also LIke