×

Stay in The know

Sex & Love

Manakah Tipe Attachment Anda dan Pasangan? Coba Ikuti Kuis Ini

Manakah Tipe Attachment Anda dan Pasangan? Coba Ikuti Kuis Ini
Ayu Utami

Fri, 30 June 2017 at 20.30

Kenali tipe attachment diri sendiri dan pasangan Anda melalui kuis ini.

Saat memutuskan menikah, artinya Anda sudah siap untuk menerima semua kekurangan dan kelebihan dari pasangan. Sayangnya, banyak dari perempuan mapun pria yang ternyata belum mengenal lebih baik siapa pasangannya tersebut. Sehingga pertengkaran seakan datang terus menerus akibat ego dari kedua belah pihak. Menurut Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi., selaku Psikolog Klinis Dewasa, setiap pasangan harus mengenali terlebih dulu tipe attachment-nya masing-masing. Agar dapat mengerti seberapa besar ikatan perasaan Anda dan pasangan yang sesungguhnya sebelum yakin menikah, coba ikuti kuis berikut ini.


Kategori A

  • Ketika pasangan jauh, saya merasa takut ia tertarik dengan orang lain.
  • Saya khawatir si dia tidak merasakan cinta yang sama besarnya dengan saya.
  • Saya takut tidak cukup menarik di hadapannya.
  • Saya sangat sering memikirkan hubungan saya dengannya.
  • Jika pasangan mulai bersikap dingin dan berjarak, maka saya akan merasa sangat bersalah.
  • Saya sering merasa cemas bahwa si dia akan berhenti mencintai saya.
  • Jika saya tahu si dia mengagumi perempuan lain, maka saya akan khawatir.


Kategori B

  • Saya percaya bahwa kebanyakan orang itu jujur dan dapat dipercaya.
  • Jika pasangan saya mulai bersikap dingin dan berjarak, saya percaya itu bukan karena salah saya.
  • Secara umum, saya merasa puas dengan hubungan yang dijalankan bersamanya saat ini.
  • Saya merasa nyaman untuk berbagi pikiran dan perasaan dengan pasangan saya.
  • Bertengkar dengan pasangan tidak akan membuat saya ragu dengan hubungan kami.
  • Saya tidak menemukan kesulitan untuk mengungkapkan kebutuhan dan keinginan terhadap pasangan.
  • Terkadang orang lain menganggap hubungan saya membosankan, karena tidak memiliki drama di dalamnya.


Kategori C

  • Kebebasan jauh lebih penting dibandingkan hubungan yang saya miliki saat ini.
  • Saya merasa sulit untuk memberikan dukungan emosional kepada pasangan saya.
  • Saya memilih untuk tidak membagi perasaan terdalam dengan pasangan saya.
  • Saya merasa tidak nyaman ketika pasangan terlalu bergantung dengan saya.
  • Pasangan sering berharap saya dapat bersikap lebih intim, namun saya merasa tidak nyaman.
  • Saya merasa rindu ketika tidak bersama pasangan, namun saya merasa ingin pergi ketika kami sedang bersama.
  • Jika pasangan mulai bersikap dingin dan berjarak, saya merasa lega karena ia tidak terlalu bergantung dengan saya.


Setelah Anda menjawab semua pertanyaan tersebut, cobalah untuk menjumlahkannya secara keseluruhan, untuk mengetahui tipe attachment-nya.


Anxious – Jumlah jawaban lebih banyak kategori A

  • Memiliki kecemasan tinggi dalam menjalin hubungan.
  • Sangat ingin terus berdekatan dan merasa intim dengan pasangannya. Namun, khawatir pasangan akan menolaknya.
  • Kecemasan Anda membuat si dia harus berusaha untuk meyakinkan perasaannya.
  • Cenderung tertutup saat mengungkapkan keinginan dan membiarkan si dia menebaknya.
  • Hubungan romantis menjadi fokus utama.


Secure – Jumlah jawaban lebih banyak kategori B

  • Merasa kebutuhan secara emosi, seperti rasa disayang dipahami, dan diperhatikan dapat terpenuhi oleh pasangan.
  • Nyaman dengan keintiman yang terjalin, namun masih ingin mendapatkan sedikit kebebasan.
  • Percaya bahwa pasangan mampu berkomitmen terhadap hubungan tanpa mengenal jarak.
  • Mampu berkomunikasi secara terbuka dan suka mengajak diskusi ketika menghadapi masalah.
  • Mampu mengekspresikan perasaan nyaman dengannya.


Avoidant – Jumlah jawaban lebih banyak kategori C

  • Merasa tidak percaya bahwa pasangan mampu mencintainya, sehingga Anda selalu memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bantuannya.
  • Cendrung memberikan jarak dan merendahkan pasangan, karena perpisahan bukanlah suatu hal yang menakutkan bagi Anda.
  • Ingin mandiri dan tidak ingin terlihat Anda membutuhkan bantuan dari pasangan.
  • Tetap membutuhkan cinta, namun tidak ingin memberikan sebuah komitmen dalam sebuah hubungan.


Ambivalent – Jumlah jawaban lebih banyak kategori B dan C

  • Selalu menggantungkan sebuah hubungan, karena ada rasa tidak yakin.
  • Sulit memahami pasangan dan merasa si dia tidak mampu memenuhi kebutuhan Anda.
  • Mereka merasa cemas tidak akan dicintai, sehingga Anda akan berusaha untuk mencari perhatian dari si dia. Namun, jika sudah berhasil mendapatkannya Anda takut si dia meninggalkan, sehingga memilih untuk menjauh dan tidak terlalu serius menjalin hubungan dengannya.


Dari semua tipe di atas setidaknya Anda dapat mengetahui manakah sikap dari diri sendiri dan pasangan, sehingga bisa tahu apa yang masing-masing inginkan.

(Elizabeth Puspa, Foto: Freepik.com)







You Might Also LIke