×

Stay in The know

Sex & Love

Lima Hal ini Dapat Membantu Anda Memaafkan Pasangan yang Pernah Selingkuh

Lima Hal ini Dapat Membantu Anda Memaafkan Pasangan yang Pernah Selingkuh
Shilla Dipo

Mon, 15 May 2017 at 19.00

Anda masih bisa berjalan bersamanya meski pernah terluka.

Perjalanan cinta tanpa masalah adalah suatu hal yang tidak mungkin. Salah satu yang paling sering membuat kandasnya hubungan adalah hadirnya pihak ketiga. Sakit rasanya ketika mengetahui bahwa seseorang yang jelas Anda cintai—bahkan sudah berjanji ‘sehidup semati’ dalam ikatan pernikahan—justru ‘bermain’ dengan perempuan lain (BACA: 10 Tanda Pasangan Anda Telah Berselingkuh dan Memiliki Wanita Idaman Lain). Memang, kata maaf sudah terucap, bahkan berkali-kali. Namun, mungkinkah Anda kembali menjalani kisah cinta bersamanya setelah peristiwa tersebut? Berikut adalah lima hal yang dapat membantu Anda untuk kembali melangkah bersamanya, meski ia pernah mendua.


Tenangkan Diri

Mengambil keputusan di kala emosi? No way! Emosi hanya akan mematikan logika Anda yang akan berakhir pada penyesalan. Sebaiknya, tenangkan diri Anda terlebih dahulu. It's OK to cry—yes, cry as loud as you want. Namun setelahnya, atur napas Anda dan tenangkan pikiran.


Introspeksi Diri

Memang, ia salah sebagai pelaku perselingkuhan. Namun, tentu ada hal yang menjadi penyebabnya. Anda tidak bisa menyalahkan ia 100% karena dalam sebuah hubungan, tidak ada yang seutuhnya benar atau salah. Setiap pihak pasti memiliki andil salah. Cobalah introspeksi saat Anda menyendiri.


Menjadi Pendengar

Biarkan ia bicara, menyampaikan cerita dari sudut pandangnya. Jadilah pendengar dari setiap detil ceritanya. Memang menyakitkan, namun sebaiknya Anda mengetahui semua kepahitannya daripada harus menemukannya di kemudian hari. Minta si dia untuk menjelaskan seluruhnya dan jangan sampai Anda memotong penjelasannya. Cerna baik-baik setiap ceritanya.


Merelakan

Ini adalah bagian paling sulit dari proses memaafkan pasangan yang berselingkuh. Namun jika ia sudah meminta maaf, menyampaikan penyesalannya, dan ingin tetap bersama, Anda sebaiknya belajar merelakan kejadian yang sudah berlalu. Anggaplah hal tersebut menjadi ujian percintaan Anda yang akan menguatkan hubungan bersamanya.


Bekerjasama Dengannya

Jika Anda sudah menjalankan keempat langkah di atas, maka kini saatnya kembali menjalani hubungan—dengan komitmen dan tentunya kesetiaan yang lebih kuat. Membangun kepercayaan memang bukan hal yang mudah. Karena itu, Anda dan si dia harus bekerjasama untuk membangun kepercayaan tersebut—dengan memantapkan komitmen, serta memperbaiki pola komunikasi.


Wounds are not always bad. In antiques, scratches can actually make it more valuable—just like in relationship.

(Shilla Dipo, foto: Pexels.com)

You Might Also LIke