Stay in The know

Sex & Love

Lakukan 8 Langkah Tepat Ini Untuk Atasi Sifat Temperamental Pada Pria

Lakukan 8 Langkah Tepat Ini Untuk Atasi Sifat Temperamental Pada Pria

Cegah terjadinya kekerasan pada Anda yang bisa dipicu dari sifat temperamen pasangan dengan trik berikut ini.

Banyak orang yang berpendapat jika sudah memiliki pasangan berarti kita harus siap menerima semua sifat baik maupun buruknya. Namun, bagaimana jika Anda mendapatkan pasangan yang tempramental dan cepat merasa emosi, hingga sesekali melampiaskannya dengan kekerasan fisik? 

Kasus kekerasan dalam rumah tangga dan wanita di Indonesia saat ini kian marak terjadi. Oleh karena itu, penting bagi Anda mengetahui cara terbaik untuk memperlakukan para pria dengan trik berikut  ini agar emosinya tak mudah meledak.


Berkata Jujur

Biasanya, pasangan menjadi temperamental karena merasa wanitanya tidak jujur dan selalu membohongi dirinya. Saat kesabarannya mulai habis, ia tak segan-segan untuk melakukan kontak fisik agar Anda tak lagi berbohong kepadanya. Oleh karena itu, jika Glitzy sudah mengenal bagaimana sifat dari sang kekasih, ada baiknya berkata jujur agar tidak terjadi kesalahpahaman antara Anda dan dirinya.


Mengerti Kondisi Hatinya

Menurut Darlene Mininni, PhD, penulis buku “The Emotional Toolkit”, menjelaskan bahwa sifat temperamental seorang pria terkadang muncul bukan karena sifat bawaannya. Kondisi hati di tempat kerja dan di lingkungannya lah yang terkadang juga dapat membuat mereka bersifat seperti itu. Sebagai pasangan, Anda harus pintar bersikap dan mengerti bagaimana situasi mereka saat itu. “You’ll need to dig to find out what’s uptry asking a specific question, like ‘What did your boss do today?’ to draw him out,” ungkap Darlene. Jangan menambah tekanannya, jika ia memang sedang memiliki masalah lain.


Tegas dan Tenang

Di saat kesabaran sudah mulai habis, tak ada salahnya jika Anda mulai bersikap tegas dengan pasangan. Katakan apa yang sebenarnya tidak Anda sukai. “Apakah kekerasan mampu menyelesaikan masalah?”. Cobalah tanyakan hal tersebut dengan nada yang tegas tetapi tetap tenang. Jangan sampai emosinya justru menjadi meningkat, hanya karena Anda menegur dengan nada yang tidak mengenakan telinganya.


Sentuhan Lembut

Meski Anda perlu bersikap tegas, namun kelembutan dapat meluluhkan emosi seorang pria. Sentuh lengannya secara perlahan—jangan tiba-tiba. Jika ia mulai tenang, dekatkan diri Anda dan peluk jika memungkinkan. Menurut Menurut David Klow, seorang terapis masalah rumah tangga dan keluarga di Chicago, berpelukan dapat memudahkan komunikasi sekaligus membuat seseorang merasa lebih tenang. Namun ingat, jangan lakukan secara tiba-tiba untuk menghindari refleks pasangan yang justru dapat menolak atau memukul Anda.



Menghilang Dengan Alasan

Jika sifat temperamennya sudah melebihi batas, cobalah sesekali menghilang darinya beberapa hari saja. Tetapi, sebelum pergi meninggalkannya, sebaiknya berikan pesan dan alasan mengapa Anda melakukan hal tersebut. Setidaknya sang suami atau kekasih mengetahui jelas penyebab kepergian Anda dan ia pun dapat lakukan introspeksi diri agar berubah lebih baik.


Cari Alasan Yang Logis

Orang-orang yang memiliki sifat temperamen terbilang sangat sensitif dan selalu berprasangka negatif. Terkadang apa yang kita bicarakan semuanya dianggap salah atau mengada-ada. Jika sudah seperti ini, Anda harus mampu membuat satu alasan yang tidak bertele-tele dan logis saat menjelaskan suatu hal kepadanya agar kemarahannya tidak semakin meluap-luap.


Menggunakan Tulisan

Jika tak mampu untuk berbicara secara langsung karena takut dengan amarahnya, cobalah untuk berkomunikasi melalui tulisan. Selain untuk menghindari kesalahan bicara yang dapat memicu emosinya, Anda pun dapat menghindar dari kemungkinan adanya kontak kekerasan fisik. Namun, gunakan cara ini jika pasangan Anda mudah ringan tangan atau keterlaluan amarahnya. Jika tidak, berdiskusi secara tatap mata tetap menjadi pilihan utama yang dianjurkan.


Menjadi Pendengar Yang Baik

Jadilah pendengar yang baik. Ini bisa menjadi salah satu cara yang dapat membuat Anda lebih dekat dan mengenal dirinya. Jadilah teman, sahabat, dan kekasih yang paling mengerti dan diandalkan oleh si dia. Tujuannya, supaya sang suami ataupun pasangan sadar betapa berharganya diri Anda dan Glitzy bukanlah wanita yang pantas disia-siakan.


(Elizabeth Puspa, Images: Berbagai sumber)

Author:

You Might Also LIke