Stay in The know

Sex & Love

Kenali 5 Tipe Hubungan Cinta Untuk Prediksi Kelanggengan Anda dan Pasangan

Kenali 5 Tipe Hubungan Cinta Untuk Prediksi Kelanggengan Anda dan Pasangan

Lalu, tipe manakah yang mendekati hubungan cinta Anda bersama pasangan?

Bagi Anda yang tengah menjalin cinta, jangan senang dulu jika merasa hubungan berjalan mulus. Seorang asisten profesor bernama Brian Ogolsky, selaku ahli dalam bidang perkembangan manusia dan studi keluarga, menemukan sebuah riset terbaru seputar gaya berpacaran yang memungkinkan Anda untuk lanjut ke jenjang pernikahan.

Ia mengungkapkan ada 5 tipe hubungan yang berpengaruh terhadap tingkat keharmonisan dan peluang mereka menuju pelaminan. “The five types of dating couples that we found included the dramatic couple, the calmdown couple, the conflict-ridden couple, the partner-focused couple, and the socially involved couple,” ujar Brian. Simak hasil risetnya berikut ini, Glitzy.


The Dramatic Couple

Apakah Anda atau pasangan terbilang orang yang suka mendramatisir sebuah masalah? Jika ya, berarti hubungan percintaan Anda bisa saja berakhir dengan dramatis juga. Pasangan yang seperti ini lebih sering melebih-lebihkan masalah, sehingga peluang untuk berpisah jauh lebih besar.

“These couples have a lot of ups and downs, and their commitment swings wildly,” ujar Brian. Salah satu ciri-ciri dari pasangan ‘drama king’ dan ‘drama queen’, keduanya bisa terlihat sangat mesra, namun akan terlibat pertengkaran hebat ketika menghadapi masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan baik-baik. (BACA JUGA: 4 Tanda dan Alasan Pasangan Belum Mengajak Nikah).


The Calmdown Couple

Mungkin kehidupan cinta yang dijalani saat ini terasa mulus dan baik-baik saja. Anda hampir tidak pernah atau sangat jarang menemukan konflik dengan si dia. Namun, Brian mengungkapkan bahwa pasangan seperti ini justru sangat rentan terhadap perpisahan. 

Hidup santai dan tenang yang mewarnai hubungan Anda dan pasangan berpotensi menimbulkan ego masing-masing ketika menghadapi konflik besar. Anda dan pasangan cenderung memilih untuk melepaskan diri dari tanggung jawab daripada menghadapinya. (BACA JUGA: 5 Poin Yang Penting Dilakukan Untuk Menjalin Hubungan Serius Bersama Pasangan).




The Conflict-Ridden Couple 

Rasanya kesal jika setiap saat harus bertengkar dengan pasangan, apalagi jika permasalahannya karena hal yang itu-itu saja. Artinya, sifat atau kebiasaan buruk dari salah satu pihak memang sudah sulit diubah dan cukup membuat pasangan lainnya jenuh.

Namun, jangan sedih dulu. Pasangan seperti ini masih memungkinkan untuk hidup bersama dalam rentan waktu yang cukup lama. “Their commitment level may fall, but it doesn't mean they'll break up,” ujar Brian. Jika diamati secara logika, hal ini ada benarnya. Anda dan pasangan akan terbiasa untuk berdiskusi hingga adu argumen. Hal ini melatih komunikasi yang lebih baik antara Anda dan pasangan saat menghadapi konflik besar dalam hubungan.


The Partner-Focused Couple

Beruntunglah Anda yang terbiasa memerhatikan pasangan sejak masa berpacaran. Dalam penelitian yang dilakukan Brian, tipe seperti ini berpeluang besar untuk melanjutkan hubungannya ke jenjang pernikahan. 

“These partners are very involved with each other and dependent on each other, and they use what's happening in their relationship to advance their commitment to deeper levels,” tegas Brian.

Anda dan kekasih sudah terbiasa hidup dan bergantung pada pasangannya masing-masing. Tidak ada rasa canggung dan rahasia, sehingga Anda dan pasangan bisa berkomunikasi tanpa rasa gengsi saat menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi. (BACA JUGA: Apakah Dia Pasangan Yang Anda Inginkan atau Butuhkan? Jangan Salah Pilih!)

 

Socially Involved Couple 

Dari permukaan, kemesraan Anda dan pasangan membuat iri banyak orang. Tak hanya memedulikan pasangan, namun perhatian yang Anda berikan juga terasa di lingkungan pergaulannya—begitu pula sebaliknya. 

Hubungan ini membuat Glitzy seringkali mendapatkan masukan dari teman-teman pasangan ketika sedang menghadapi situasi hubungan yang sulit. Meskipun banyak mendapat masukan, Anda dan pasangan tak lantas menelannya mentah-mentah. Duduk bersama dan berdiskusi perlu dilakukan untuk mencari solusi dari konflik yang dihadapi. “It can be helpful for couples to think about these patterns and the ways they make important decisions about the future of their relationship,” jelas Brian.

(Elizabeth Puspa, Image: Corbis)

You Might Also LIke