Stay in The know

Sex & Love

Ingin Kembali ke Pelukan Mantan? Pertimbangkan 4 Hal Ini!

Ingin Kembali ke Pelukan Mantan? Pertimbangkan 4 Hal Ini!

Pikirkan masalah saat putus hingga yakin ia yang terbaik, menjadi beberapa pertimbangan sebelum kembali ke pelukan mantan

Durasi baca: 1 menit.


Kenangan indah, menjadi dua kata pamungkas yang biasanya membuat seseorang bersedia kembali ke pelukan mantan kekasih. Meskipun putusnya hubungan seseorang itu dengan mantannya bisa karena hal yang tidak baik, tapi kalimat doktrin “Mungkin ia sudah berubah” menjadi cerita lain.


Sebetulnya tidak ada masalah jika Anda ingin kembali ke pelukan mantan kekasih. Ada benarnya juga bahwa seiring pertambahan usia dan pengalaman hidup, kepribadian seseorang juga pasti akan berubah.


Tetapi, guna menghindari kesalahan yang sama seperti dulu, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal sebelum memutuskan untuk kembali ke pelukan mantan.

(BACA JUGA: Jatuh Cinta dengan Suami Orang? Kenali Risikonya)


APA ALASAN ANDA PUTUS DENGANNYA?

Jangan terlalu cepat memutuskan kembali berpacaran dengannya. Menurut Jennifer Silvershein, selaku psikoterapis, hal utama yang wajib Anda pikirkan adalah, apa alasan Anda putus denganya? Jika hal tersebut sangat personal, seperti permasalahan sifat dan pendiriannya.


Sebaiknya pikirkan secara matang, supaya Anda tidak menyesal dan siap menerima semua kekurangannya. Selanjutnya, jika permasalahan ada pada faktor luar, seperti tidak mendapatkan restu dari orangtua, agama, hingga lingkungan, sebaiknya pastikan kembali apakah masalah-masalah tersebut sudah terselesaikan atau belum. 


APAKAH ANDA YAKIN DIA ADALAH YANG TERBAIK?

Sebelum kembali menjalin cinta dengannya, Anda harus memberikan pertanyaan pada diri sendiri. Apakah si dia adalah sosok terbaik untuk saya? Apakah Anda merasa aman jika dekat dengannya? Apakah ia mampu memberikan kebahagiaan untuk hidup Anda di masa depan?


Jangan sampai, Anda meragukan pikiran sendiri yang akhirnya membuat penyesalan di kemudian hari. Pikirkan secara matang, singkirkan perasaan dan dahulukan pikiran sehat Anda sebelum terbuai bujuk rayunya.




APAKAH ANDA PERNAH MENDAPATKAN PERLAKUKAN TIDAK MENYENANGKAN?

Banyak kasus perpisahan, baik putus atau cerai, karena kekerasan dalam rumah tangga. Jika Anda ternyata pernah mengalaminya, sebaiknya pikirkan matang-matang apa benar si dia sudah berubah?


Apa Anda yakin kalau terjadi pertengkaran ia tidak akan memukul atau melakukan kekerasan dalam bentuk apapun pada diri Anda? Jika Anda yakin ia sudah berubah, silakan rajut kembali hubungan yang sempat terputus di masa lalu. 


APAKAH ANDA BENAR-BENAR MENCINTAINYA?

Beberapa perempuan mudah luluh hanya karena kenangan masa lalu. Padahal, rasa sayang tersebut bisa saja timbul dalam waktu sesaat dan sirna dalam sekejap. Anda harus memastikan bahwa mantan kekasih benar-benar telah berubah—bukan karena motivasi tertentu, tetapi memang ia lakukan secara sadar atau penyesalan.


Selanjutnya, jika si dia pernah berselingkuh, apakah Anda sudah siap menerima keadaan jika hal buruk tersebut kembali terulang? Jadi sebelum semuanya terlambat, sebaiknya pikirkan secara matang dan jangan gunakan perasaan. Pastikan berpikir sehat dengan logika Anda.


(Elizabeth Puspa/Andiasti Ajani, foto: sandrachille, david kokainis/unsplash.com)

You Might Also LIke