ads



Stay in The know

Sex & Love

Cari Tahu Mitos dan Fakta Seputar Seks Yang Sering Muncul

Cari Tahu Mitos dan Fakta Seputar Seks Yang Sering Muncul


Meskipun sudah menikah lebih dari setahun, nyatanya masih ada saja dari pasangan suami isteri yang keliru melihat dan meyakini kehidupan seksualitas. Pikiran dan pandangan kita menilai seks terkadang salah mengikuti mitos-mitos yang berkembang. Berikut ini Glitz Media paparkan mitos dan fakta seputar seks yang harus Anda ketahui.


Mitos: Terlalu Sering Bercinta Membuat Ms. V Semakin Lebar

Faktanya: Otot Ms. V sangat elastis sehingga saat melakukan hubungan seksual organ intim ini akan melakuka penyesuaian mengikuti ukuran dan bentuk dari  Mr. P. Pada saat cairan penetrasi dari Mr. P masuk, secara otomaris Ms. V akan terasa lebih lebar. Namun, usai hubungan seksual selesai, Ms. V dengan sendirinya akan kembali normal. Khusus wanita yang baru melahirkan secara normal, Ms. V akan kembali ke bentuk semula setelah 6 bulan. Selain itu, faktor usia juga memengaruhi tingkat elastis otot Ms. V karena itu senam kegel saat direkomendasikan untuk Glitzy lakukan.


Mitos: Sering Bercinta Akan Cepat Memiliki Momongan

Faktanya: Kualitas menjadi salah satu faktor penting yang menentukan cepat atau tidaknya seorang wanita memiliki momongan. Kualitas sprema yang baik sangat memengaruhi proses pembuahan sel telur. Pola makan, jauh dari stres, dan cara hidup sehat menjadi faktor penting untuk pasangan yang ingin memiliki momongan. Aktivitas hubungan seksual yang dilakukan terus-menerus, bisa membuat kulitas sperma menurun—alias sulit mendapatkan sprema yang berkualitas. Lakukan hubungan seksual sebaiknya 2-3 kali dalam seminggu. Daripada menduga-duga, konsultasikan dengan dokter spesialis untuk mencari penyebab lain kenapa Anda belum juga hamil untuk waktu yang lama setelah pernikahan.


Mitos: Orgasme Puncak Saat Bercinta

Faktanya: Orgasme bukanlah akhir dari sesi bercinta. Sebagai seorang wanita, foreplay dan after play juga menjadi bagian terpenting saat berhubungan seksual untuk menjaga keintiman dan romantisme. Komunikasi cinta, sentuhan, pelukan, serta ciuman menjadi sesi yang paling menyenangkan bagi pasangan—khususnya wanita. Coba fokuskan melakukan foreplay dan after play untuk saling memanjakan pasangan. Dengan begitu, hubungan seksual lebih diisi dengan cinta daripada sekedar kebutuhan saja.


Mitos: Ukuran Mr. P Yang Menentukan Kepuasan Saat Bercinta

Faktanya: Jika Anda berpikir ukuran Mr. P adalah pusat untuk mendapatkan kepuasan, Anda salah besar. Banyak pria yang minder dan tidak percaya diri dengan ukuran Mr. P karena takut tidak dapat memuaskan pasangannya. Nyatanya ukuran Mr. P tidaklah terlalu penting, karena kepuasan pada wanita didapatkan dengan cara bagaimana seorang pria bisa meraih titik-titik peka pada tubuh wanita hingga mencapai klimaksnya.


Mitos: Menggunakan Kondom Mengurangi Kenikmatan Bercinta

Faktanya: Penggunaan kondom memang berfungsi untuk memperpanjang mencegah ejakulasi dini, sehingga pria lebih lama dan memperpanjang waktu dalam bercinta menjadi lebih tahan lama, namun menggunakan kondom tidak berarti mengurangi kepuasan seksual Anda. Justru ketika Anda memakainya, kenikmatan bercinta akan semakin dalam dengan durasi yang lebih panjang. Penggunaan kondom sangat baik untuk Anda yang ingin menikmati kemesraan lebih panjang bersama pasangan Anda.


Mitos: G-Spot Kunci Kepuasan Wanita

Faktanya: G-Gpot memang salah satu titik yang dapat memicu wanita mencapai orgasme. Namun, wanita memiliki banyak titik lainnya yang menjadi bisa dieksplorasi untuk mencapai kepuasan. Tak ada salahnya mengomunikasikan apa yang Anda inginkan pada pasangan, sehingga pasangan pun lebih kreatif ketika menjelajahi bagian tubuh Anda dengan cara yang tak biasa ketika melakukan hubungan seksual. 

(Elizabeth Puspa, Image: Corbis)

You Might Also LIke