×

Stay in The know

Sex & Love

7 Alasan Mengapa Wanita Cenderung Memilih Pria ‘Bad Boy’

7 Alasan Mengapa Wanita Cenderung Memilih Pria ‘Bad Boy’
Saskia Damanik

Fri, 13 November 2015 at 22.58


Sebenarnya banyak tipikal pria yang diidamkan wanita sebagai pasangannya. Namun tipe pria bad boy seringkali dianggap negatif karena penampilan dan sikapnya yang cenderung tidak dewasa, asal, dan egois. Namun nyatanya, bad boy tidaklah selalu dikonotasikan sebagai sifat yang buruk. Menurut penelitian yang dilakukan Dr. Fernando Gutiérrez dari Scientific American terungkap beragam alasan menarik mengapa wanita lebih memilih pasangan bad boy.


Setia Pada Akhirnya

Bad boy seringkali dianggap sebagai pria ‘pemain’ yang menebar pesona kepada banyak wanita cantik—meskipun terkadang mereka tidak sengaja melakukannya. Perilaku ini dianggap bukan tanpa alasan. Bad boy menghabiskan masa muda (remaja) untuk mengenal banyak wanita, sebelum akhirnya menentukan satu wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya seumur hidup. Ketika seorang bad boy memutuskan menikahi wanita pilihannya, bisa dikatakan wanita tersebut paling sempurna di matanya. Bad boy rela bertekuk lutut pada wanita tersebut, karena ia merasa begitu nyaman di dekatnya. 


Romantis Di Waktu Tak Terduga

Dari luar bad boy memang terlihat sangat cuek—justru faktor ini yang disukai para wanita, bukan? Ia cenderung tidak peduli dengan orang-orang sekitarnya. Namun, rasa cueknya tidak berlaku untuk orang-orang yang ia cintai. Bad boy tidak secara eksplisit menunjukkan rasa cinta dan sayangnya kepada wanita. Namun, jangan heran jika tiba-tiba ia berubah jadi sosok yang romantis di waktu tertentu—yang membuat wanita pasangannya berbunga-bunga.


Networkingnya Luas

Ketika wanita memutuskan berpacaran atau menikah dengan pria bad boy, maka ia akan diajak masuk ke dalam lingkungannya. Siapapun yang menjadi pasangannya, harus bisa beradaptasi dan bergaul dengan teman-temannya. Dia pun dengan bangga akan memperkenalkan wanita tersebut sebagai pasangannya. Awalnya mungkin akan terasa canggung dan kurang nyaman, namun saat seperti inilah kesempatan bagi wanita pasangannya untuk memperluas networking—termasuk mengetahui lebih dalam sifat asli si bad boy. 



Ayah Yang Bisa Diandalkan 

Meskipun pria bad boy sering dianggap cuek dan tidak bertanggung jawab, hal ini bisa berubah ketika mereka masuk ke dalam kehidupan berumah tangga. Ketika mereka mengemban peran sebagai ayah, maka pria tipe ini akan terlihat jauh lebih dewasa dan dapat menjadi pemimpin yang baik untuk keluarganya. Ia merasa sudah puas dengan ‘kenakalannya’ semasa remaja dulu. Inilah waktu yang tepat untuk menunjukkan bahwa a bad boy juga dapat berubah menjadi a good man.


Bicara Jujur Meskipun Menyakitkan

Meskipun terkesan blak-blakan dengan gaya bicara yang terkadang menyingung perasaan, namun hal inilah yang kelebihan bad boy. Mereka tidak suka dengan kebohongan dan kemunafikan, sehingga lebih memilih untuk berkata jujur apa adanya. Mereka tidak ingin membohongi orang-orang terdekat, termasuk pasangannya. Sebaliknya, mereka juga menginginkan hal serupa dari pasangannya, untuk tidak berbohong padanya.


Tidak Gengsi

Banyak pria yang melakukan pencitraan diri demi terlihat hidup berkelimpahan. Mereka akan mengajak pasangannya untuk berkecan di tempat eksklusif dan mahal untuk menunjukkan status sosialnya. Hal ini tidak berlaku bagi para bad boy. Pasalnya pria tipe ini lebih memilih untuk menunjukkan sifat asli mereka, tanpa kepalsuan. Ia tidak pernah gengsi untuk mengajak pasangannya pergi kencan ke lokasi yang dipilih sesuai dengan kondisi kantongnya pada saat itu.


Pemeran Hebat di Ranjang

Ketika wanita memiliki suami yang dulunya seorang bad boy, maka kemungkinan besar ia bisa memerankan tokoh yang hebat di ranjang. Pria ini memiliki tingkat imajinasi, fantasi, dan kreativitas yang lebih tinggi dibandingkan pria pada umumnya. Selain itu mereka tidak hanya memikirkan kepuasannya pribadi, namun juga kepuasan dari pasangannya. Wanita yang menjadi pasangannya (tentu saja) sangat beruntung karena kebutuhan seksual akan terpenuhi dengan baik. 

(Elizabeth Puspa, Image: Dari berbagai sumber)

You Might Also LIke