×

Stay in The know

Sex & Love

6 Tanda Anda Sudah Ketergantungan dengan Pasangan Sebelum Menikah

6 Tanda Anda Sudah Ketergantungan dengan Pasangan Sebelum Menikah
Andiasti Ajani

Mon, 8 April 2019 at 09.02

Jika beberapa tanda ini mencerminkan diri Anda. Segera hentikan kebiasaan tersebut!

Durasi baca: 1 menit 


Hubungan yang sudah terjalin lama seringkali membuat Anda tidak bisa membedakan mana kepentingan pribadi dan pasangan. Akibatnya, banyak perempuan yang akhirnya sangat bergantung pada kekasihnya hingga tidak dapat mengungkapkan argumen atau melawan ketika konflik datang. 

(BACA JUGA: Punya Pacar Lebih Muda Hadapi dengan Trik Ini)



Sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, sebaiknya kenali beberapa poin penting berikut ini yang menandakan Anda sudah bergantung dengan pasangan. 


HANYA DIA YANG ANDA PERCAYA

Berbagi cerita dan bersikap terbuka dalam segala hal dengan pasangan memang menjadi keharusan. Namun, Anda akan merasa sangat terpukul atau kesepian jika tengah bertengkar dengannya karena tidak ada sosok yang mampu menjadi pendengar setia. 


Anda sebaiknya tetap memiliki satu teman atau saudara sebagai tempat berbagi cerita. Sehingga perasaan stres yang Anda alami tidak berangsur lama dan tetap dapat menajalankan hari dengan baik meski tengah bertengkar dengannya.


HANYA PEDULI DENGAN PASANGAN

Anda hanya peduli dengannya seorang. Bahkan saat sudah membuat janji bersama teman atau keluarga, secara cepat Anda dapat membatalkannya demi bertemu dengannya. 



Padahal jika Anda mengajak si dia bertemu secara mendadak belum tentu ia menerima ajakan atau bahkan menolaknya dengan cepat. Namun, pada sisi lain Anda justru terus memaklumkan kebiasaannya tersebut tanpa pernah mengeluh sama sekali.


SELALU MERASA SALAH DALAM SEGALA PERTENGKARAN

Tanda paling umum seorang perempuan sudah sangat bergantung pada pasangannya adalah ketika terjadi sebuah pertengkaran. Anda hanya terdiam dan tidak dapat membela diri sama sekali meski tidak berbuat salah. 


Si dia justru berbalik menyalahkan Anda, namun tidak ada pembelaan sama sekali dan hanya berkata, “iya, aku yang salah”. Mengalah demi terselesainya sebuah masalah memang baik, akan tetapi jika berlangsung terus menerus, maka hubungan akan menjadi tidak sehat


TIDAK DAPAT BERPIKIR LOGIS

Anda tidak dapat berpikir secara logis. Semua kesalahan yang ia lakukan selalu dimaklumkan dan dimaafkan begitu saja. Bahkan, Anda sangat memercayai semua pembicaraannya meski sudah mengetahui bahwa apa yang ia lakukan tidak benar. 


MENGANDALKANNYA DALAM SEGI EKONOMI


Sebagai perempuan, Anda tetap harus memiliki penghasilan sendiri meski pasangan tergolong mapan dalam segi ekonomi. Meminta si dia untuk membelikan barang yang Anda inginkan memang sangat wajar. Namun jika sudah bergantung dan secara terus menerus memintanya, maka lambat laun si dia akan menganggap Anda tidak akan bisa hidup berkecukupan tanpa dirinya. Akibatnya ia dapat berbuat seenaknya, dan tidak men utup kemungkinan terjadi hal yang sama saat Anda berdua menikah kelak


TIDAK MEMILIKI WAKTU SENDIRI

Selama berpacaran dengannya, Anda akan merasa tidak ada lagi waktu untuk diri sendiri. Bahkan intensitas bertemu dengan pasangan jauh lebih besar dari pada berkumpul bersama keluarga atau teman. Rehat sejenak untuk diri sendiri sangat penting. Selain dapat memberikan waktu untuk saling intropeksi, momen tersebut juga bisa Anda manfaatkan sebagai bentuk apresiasi, menghargai dan mencintai diri sendiri dengan melakukan segala hal yang Anda sukai.



(Elizabeth Puspa, foto: Pexels.com/ Freestock.org/ Vasyl Potochnyi/ Pixabay)


You Might Also LIke