×

Stay in The know

Sex & Love

5 Masalah Yang Kerap Timbul Ketika Tinggal Satu Atap Dengan Mertua

5 Masalah Yang Kerap Timbul Ketika Tinggal Satu Atap Dengan Mertua
Saskia Damanik

Wed, 23 March 2016 at 08.00

Perhatikan ‘rambu-rambu’ berikut ini sebelum memutuskan tinggal bersama mertua agar tak terjebak konflik nantinya...

Kondisi finansial yang belum siap, ditambah mental yang belum matang—alias masih ketergantungan orangtua—kerap menjadi alasan bagi pasutri muda untuk tinggal dengan orangtua sendiri atau mertuanya. Masalahnya, tak semua pasangan mampu menyesuaikan diri dengan mertuanya. Menggabungkan dua pribadi saja—Anda dan suami—dirasa tidak mudah, apalagi jika harus menambah sosok orang ketiga di dalam kehidupan inti rumah tangga. 

Percaya atau tidak, konflik yang timbul akibat tinggal serumah dengan mertua kerap menjadi salah satu alasan perceraian yang terjadi di Indonesia. Agar tak terjebak, kenali lebih dulu masalah yang umumnya terjadi ketika tinggal seatap dengan mertua. Jadikan ini pelajaran dan pertimbangan agar Anda dan pasangan dapat menghindarinya di kemudian hari.  


Privasi Tertanggu

Masalah privasi sedikit banyak akan terganggu. Meskipun mertua tidak mencampuri urusan Anda dan suami, namun selalu ada kemungkinan mereka bisa ‘membaca’ gerak-gerik Anda ketika masalah datang. Paling tidak menyenangkan ketika Anda dan suami mengalami perbedaan pendapat yang berujung pada konflik. Jika mertua atau orangtua ikut campur dengan cara memihak satu sisi saja—bukan sebagai penengahkonflik biasanya akan lebih runyam.




Susahnya Bermesraan

Kalau mau jujur, setiap pasangan yang tinggal serumah dengan mertua sendiri pasti punya kerisihan—dan was-was—ketika harus melakukan ritual berhubungan intim. Anda merasa terbatas dalam hal percintaan karena tidak nyaman terdengar atau terlihat oleh mereka. Lokasi bercinta pun menjadi kian terbatas, sehingga mau tidak mau hanya dapat dilakukan di dalam kamar saja.


Harus Ikut Aturan Main 

Aturan yang Anda jalankan di rumah sendiri—sebelum menikah dulu—tentu tak bisa sepenuhnya diterapkan di rumah mertua. Saat Anda tidak bisa mengikutinya dengan baik, kritikan mertua pun harus siap Anda terima. Bukan hanya menyenangkan hati suami, namun Anda harus belajar untuk selalu menyenangkan hati mertua. Selama bisa bermain aman, tentu tak jadi masalah, ya. Namun, jika bertentangan, Anda pasti akan mengalami tekanan batin.


Tagihan Tambahan

Meskipun mertua tak mengharuskan, namun Anda dan pasangan harus sadar diri membantu kebutuhan rumah tangga di rumah. Termasuk saat masalah keuangan keluarga besar yang mendadak datang, Anda harus peka memberikan bantuan. Mau tak mau Anda wajib membuat anggaran tersendiri untuk mereka per bulannya. Hal ini juga berlaku ketika Anda membeli sesuatu untuk dibawa pulang —makanan misalnya. Anda tak lagi membelikan makanan tersebut untuk diri sendiri dan suami, melainkan seisi rumah.


Sesudah Mertua, Datanglah Ipar 

Bukan hanya menjaga hubungan baik dengan mertua, Anda juga harus terbiasa serumah dengan saudara ipar. Umumnya komunikasi dan sikap yang tidak sesuai dengan harapan mereka akan menjadi pertentangan. Tentu saja hal ini akan membuat ruang gerak Anda terbatas dan tidak nyaman.




Intinya, kelima masalah di atas bisa berujung pada konflik yang tajam antara Anda dan suami. Di satu sisi, suami bisa jadi menyalahkan Anda karena tidak bisa menyesuaikan diri dengan mertua dan ipar, sementara sisi lainnya Anda justru merasa diperlakukan tidak adil. Tinggal bersama dengan orangtua atau mertua tak selalu berakhir negatif. Pilihan kembali ke Anda dan pasangan. Namun, sebaiknya pikirkan dan diskusikan matang rencana Anda termasuk risikonya. 

(Elizabeth Puspa/Saskia Damanik, Images: Berbagai sumber)

You Might Also LIke