Stay in The know

ads

Pregnancy

Yang Perlu Anda Perhatikan Saat Menyusui Dalam Keadaan Hamil

Yang Perlu Anda Perhatikan Saat Menyusui Dalam Keadaan Hamil

Tidak ada alasan untuk tidak menyesui saat Anda kembali hamil. Ini penjelasan dari ahlinya.  

Belum lama menimang bayi pertama, Anda sudah mendapatkan kabar bahagia berikutnya karena tengah hamil anak kedua. Namun, kabar bahagia tersebut juga dibarengi dengan beberapa kebingungan, salah satunya tentang proses menyusui atau pemberian ASI kepada bayi Anda yang masih di bawah usia 1 tahun di tengah proses kehamilan anak kedua. 

Seperti yang diungkapkan oleh Jan Barger, selaku konsultan laktasi bersertifikat asal Amerika Serikat, sebenarnya menyusui di tengah kondisi hamil tidak menjadi alasan bagi para ibu untuk tidak menyusui. “There's no reason not to continue breastfeeding while you're pregnant,” tegas Jan Barger yang berkecimpung di dunia ASI sejak tahun 1987 itu. 

Tentu ada beberapa catatan yang perlu Anda perhatikan dan lakukan untuk mencegah kondisi bayi dan kehamilan dari masalah. Jan Barger menjelaskan lebih rinci...


Kebutuhan Nutrisi Dua Kali Lebih Banyak

Seperti yang kita tahu ASI merupakan sumber nutrisi terbesar untuk perkembangan sang bayi. Di sisi lain, ibu yang tengah hamil juga membutuhkan nutrisi yang sama agar kondisi kesehatan tubuh dan calon janinnya tetap sehat dan kuat. Selama ibu yang sedang hamil masih dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan baik dan lengkap, tentu pemberian ASI tak boleh dihentikan. 

“Make sure you are eating well. Your body is helping to sustain a toddler and grow a baby, so good nutrition is crucial,” ujar Jan. Jadi, pastikan pola makan dan pola hidup Anda tetap sehat. Pemenuhan nutrisi tubuh Anda harus dua kali lipat lebih baik dari kehamilan anak pertama.


Tak Perlu Panik Jika ASI Berkurang

Anda tak perlu khawatir jika pasokan ASI keluar lebih sedikit dari biasanya—terutama ketika usia kandungan memasuki trimester kedua. Pada masa ini biasanya janin di dalam kandungan akan menyerap lebih banyak tenaga dan nutrisi dari sang ibu. 

Kembali ke poin pertama, karena itu Anda diwajibkan mengonsumsi banyak sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin, air, dan gizi yang tinggi. Dengan begitu produksi ASI dapat tetap lancar dan kebutuhan nutrisi bayi dan janin tetap terpenuhi.


Puting Berisiko Terasa Sakit 

Ketika hamil akan ada banyak perubahan yang terjadi pada Anda para ibu, karena faktor hormon yang juga berubah secara drastis. Hal ini bisa langsung terlihat dan terasa dari kondisi payudara Anda. Payudara akan membesar, lingkar areola-nya akan berubah warna menjadi lebih gelap dan besar, serta puting yang semakin terasa nyeri dan sakit. 

Ketika masa hamil dan menyusui berbarengan, tentu hal ini akan lebih menyakitkan. Oleh karena itu, Jan menyarankan Anda untuk mencari posisi terbaik dan nyaman agar bayi tak melukai puting secara berlebihan. “Remind your toddler to open wide and help her latch well, but toddlers are notoriously careless about latching, and that can make it worse,” jelas Jan lagi. 


Perhatikan Posisi Tidur Anda

Ibu hamil umumnya akan mengalami gangguan tidur, terlebih lagi di usia kandungan besar. Pada saat yang bersamaan, tak menutup kemungkinan bayi Anda menangis dan terbangun di tengah malam untuk meminta ASI. Kondisi berpotensi memperburuk jam istirahat Anda.

Sebelum Anda tidur, ada baiknya mencari posisi yang tepat dan nyaman untuk diri sendiri. Setelah itu, barulah memosisikan bayi di dekat Anda (atau dada) untuk memudahkan ketika bayi terbangun dan meminum ASI. 


Ketakutan Calon Bayi Lahiran Prematur

Kelahiran prematur biasanya menjadi kekhawatiran para ibu memiliki masa kehamilan dekat dengan kelahiran anak pertamanya. Khawatir boleh saja, karena ini akan membuat Anda lebih berhati-hati. Namun, tak perlu ketakutan berlebihan, Glitzy. 

Kelahiran prematur disebabkan karena pelebaran pada leher rahim yang terjadi terlalu dini. Penyebab lainnya, selama masa kehamilam ibu sering mengalami pendarahan atau keluhan-keluhan yang tidak wajar.

Jika Anda mengalami hal tersebut, tak salah melatih bayi yang sudah cukup umurnya untuk mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Cara ini akan membantu mengurangi keluhan Anda tanpa mengabaikan kebutuhan nutrisi bayi. “Your provider might want you to wean until the baby is born or might encourage you to cut down on the number of feedings,” ungkap Jan. Namun, Anda tetap harus melakukan tip ini di bawah pengawasan dokter.

 

Khusus Untuk Ibu Yang Pernah Alami Keguguran

Jika Anda pernah mengalami keguguran sebelum kelahiran anak pertama, sebaiknya intensif memeriksakan diri dan kandungan Anda ke dokter. Tubuh akan memproduksi hormon oksitosin yang mampu merangsang kontraksi kuat pada dinding rahim. Kontraksi inilah yang sangat berpengaruh pada rahim dan payudara Anda kelak.

(Elizabeth Puspa, Images: Dari berbagai sumber)

You Might Also LIke