Stay in The know

ads

Pregnancy

Ketahui Info penting Ini Sebelum Melakukan Program Bayi Tabung

Ketahui Info penting Ini Sebelum Melakukan Program Bayi Tabung


Tak semua pasangan suami istri bisa dengan cepat dan mudah dianugerahi keturunan atau momongan. Bertahun-tahun menunggu, belum juga terlihat hasilnya. Program bayi tabung yang umumnya dipercayai sebagai jalan keluar terakhir, tak jarang terlintas dilakukan di pikiran banyak pasangan—mungkin termasuk Anda.  

Setelah melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan atau ginekolog secara intensif, tak jarang solusi terbaik yang terucapkan adalah melakukan bayi tabung. Kemajuan zaman dan perkembangan teknologi membuat program bayi tabung dirasa efektif dan cukup cepat prosesnya. Namun, tak semua pasangan pula berani melakukannya—apalagi diharuskan mengeluarkan budget yang tidaklah sedikit. 

Menurut dr. Yassin Yanuar MIB, SpOG, Msc, selaku tim ahli SMART IVF (In Vitro Fertilization) bayi tabung memang menjadi salah satu solusi untuk pasangan yang ingin memiliki momongan tapi mengalami gangguan kesuburan. “Program bayi tabung akan mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh manusia. Setelah terjadi pembuahan (dari pertemuan tadi), sejumlah 2-3 embrio akan ditanam kembali ke rahim si calon ibu,” lanjut dr. Yassin Yanuar yang GLITZMEDIA.CO temui di sesi acara sebuah rumah sakit di daerah Bekasi.

Sebelum memutuskan menjalankan program bayi tabung, bukan hanya masalah materi, Anda pun memerlukan persiapan mental dan pengetahuan yang cukup. Berdasarkan pemaparan dari dr. Yassin Yanuar, inilah proses dan informasi lain yang wajib Anda ketahui sebelum menjalankan program bayi tabung. 


Umumnya ada 4 faktor penyebab gangguan kesuburan seseorang yang menyebabkan dirinya sulit untuk hamil atau memiliki momongan. Diantaranya: 

  • Gangguan kesuburan dari faktor sperma. Kualitas serta kuantitas sperma yang rendah akan mempersulit kehamilan. 
  • Adanya gangguan atau sumbatan pada kedua saluran telur wanita.
  • Faktor penyakit dalam, seperti kista golongan tahap sedang hingga berat.
  • Adanya gangguan pematangan sel telur yang tidak dapat dikoreksi.
Ketika hasil tersebut di atas telah diungkapkan oleh dokter kandungan Anda, program bayi tabung dapat menjadi jalan keluar bagi Anda dan pasangan untuk memiliki momongan.



Bagaimana Proses Kerja Bayi Tabung?

Jelas program bayi tabung merupakan pekerjaan yang berisiko tinggi. Oleh karena itu, proses pengerjaannya membutuhkan pemeriksaan detail dan intensif. Tak jarang pasien diharuskan melakukan pemeriksaan berkali-kali dan melalui tahapan tertentu. 

Dokter akan mengajak pasangan suami istri untuk melakukan pengecekan hormon, saluran sel telur, dan sperma—termasuk USG. Jika hasil pengecekan dirasa baik, maka tim ahli dokter akan melakukan penyuntikan obat untuk menekankan hormon Anda agar lebih berkualitas. Penyuntikan tidak hanya berhenti sampai situ, pasalnya Anda akan kembali menerima suntikan dengan obat yang difungsikan untuk membesarkan sel telur.

Setelah semuanya berjalan baik, maka pasien akan masuk ke tahap selanjutnya, yaitu pengambilan sel telur yang berkualitas untuk digabungkan dengan sperma di luar rahim. Nantinya pembuahan pun akan terjadi, embrio akan mulai terbentuk, dan siap ditanamkan kembali ke dalam rahim hingga kehamilan terjadi pada rahim calon ibu.


Berapa Waktu Yang Dibutuhkan?

Bayi tabung termasuk bisa dibilang sebagai program kehamilan yang cukup cepat prosesnya dan tidak terlalu menyita banyak waktu. Biasanya Anda membutuhkan waktu menunggu selama 4–6 minggu setelah semua proses di atas tadi berjalan. Untuk tingkat keberhasilan program bayi tabung mencapai 40%–50 % dan ini pun tergantung dari kondisi setiap pasien yang berbeda-beda. 


Apa Yang Mempengaruhi Keberhasilan Bayi Tabung? 

Ada 2 hal yang memengaruhi keberhasilan bayi tabung:

  • Usia Calon Ibu

Tak bisa dipungkiri wanita berusia 35 tahun ke atas lebih rentan kesuburannya atau berisiko mengalami gangguan kesuburan lebih besar, sehingga dalam 1–2 tahun setelah menikah tak kunjung memiliki momongan. Tentu saja ini memerlukan penanganan khusus. 

  • Cadangan Sel Telur

Pada wanita, cadangan sel telur diukur dari usia biologis seseorang. Dengan melihat usia biologis, dokter akan semaksimal mungkin memanfaatkan dan menggunakan sisa cadangan sel telur yang masih ada di dalam rahim pasien.


Komplikasi atau Efek Negatif Yang Bisa Terjadi Pada Proses Bayi Tabung?

  • Hiperstimulasi ovariumTerjadinya pembengkakan ovarium yang menyakitkan akibat dilakukannya induksi ovulasi secara medis.
  • Hamil di luar kandungan. Terjadinya kehamilan atau pembuahan di tempat yang salah, lantaran bertumbuh di luar rahim sang ibu.
  • Infeksi dan pendarahan. Jika proses bayi tabung tidak ditangani hati-hati dan detail oleh tim medis, maka memungkinkan pasien mengalami pendarahan atau infeksi saat pengambilan sel telur.


Untuk lebih jelas dan akurat menerima informasi tentang bayi tabung, lakukan pemeriksaan dan konsultasi intensif pada dokter kandungan atau ginekolog Anda. Sekali lagi GLITZMEDIA.CO ingatkan, kalau syarat, proses, dan hasil dari program bayi tabung tergantung pada kondisi pasien (pria dan wanita). Jadi, apa yang GLITZMEDIA.CO jabarkan di atas, belum tentu terjadi atau dialami oleh Anda dan pasangan.

(Elizabeth Puspa, Image: Corbis)

You Might Also LIke