Stay in The know

Pregnancy

Kenali Gangguan Kehamilan Ektopik yang Terjadi di Luar Rahim

Kenali Gangguan Kehamilan Ektopik yang Terjadi di Luar Rahim

Pahami penyebab, gejala dan cara penanganan kehamilan ektopik.

Durasi baca: 1 menit 20 detik.


Kehamilan ektopik merupakan gangguan yang terjadi karena pembuahan sel telur berlangsung di luar rahim. Pada tahapan normal, sel telur yang telah dibuahi oleh sperma akan menempel pada dinding tuba falopi selama tiga hari sebelum terlepaskan ke dalam rahim. Namun, kehamilan ektopik biasanya berkembang di luar organ lain seperti rongga perut, ovarium serta leher rahim. Ketika pembuahan tersebut berlangsung di luar rahim, maka hal inilah yang disebut dengan kehamilan ektopik.

(BACA JUGA: Hindari Kebiasaan Buruk ini Selama Masa Kehamilan)


APA YANG MENYEBABKAN KEHAMILAN EKTOPIK

Kehamilan ektopik bisa terjadi karena beberapa hal seperti berikut:

  • Infeksi atau radang pada tuba falopi yang menyebabkannya sebagian atau seluruh saluran tersumbat.
  • Bekas luka pada jaringan dari infeksi sebelumnya atau pernah menjalani prosedur pembedahan di bagian tuba falopi, sehingga menghambat ruang untuk sel telur menempel.
  • Pernah menjalani operasi di daerah panggul.
  • Pertumbuhan abnormal atau cacat lahir dapat menyebabkan kelainan bentuk tabung seperti skoliosis.


SIAPA YANG BERISIKO MENGALAMI KEHAMILAN EKTOPIK?

  • Ibu yang hamil pada usia 35 – 44 tahun.
  • Ibu yang pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya.
  • Pernah menjalani operasi panggul atau perut.
  • Menderita penyakit radang panggul.
  • Pernah melakukan aborsi.
  • Menjalankan program KB menggunakan pemasangan Intrauterine Device (IUD) .
  • Merokok, minum alkohol dan mengonsumsi obat terlarang.

(BACA JUGA: Risiko Hamil dan Melahirkan di Atas Usia 35 Tahun)

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke