Stay in The know

Pregnancy

Inilah Cara Menangani Hipertensi Pada Ibu Hamil dan Menyusui

Inilah Cara Menangani Hipertensi Pada Ibu Hamil dan Menyusui

Tingginya angka kematian pada perempuan yang mengalami hipertensi dibandingkan dengan lelaki, bisa Anda cegah dengan cara ini.

Durasi baca: 50 detik


Dalam sebuah diskusi yang dilakukan Indonesia Society of Hypertension (InaSH) bersama Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S, selaku Presiden dari asosiasi tersebut mengungkapkan bahwa 63,2% angka kematian manusia dilatarbelakangi oleh faktor hipertensi. Penyakit hipertensi ini ternyata rentan dialami oleh para perempuan, ibu hamil, dan ibu menyusui. 

(BACA JUGA: 5 Jenis Makanan yang Wajib Dihindari Para Penderita Hipertensi)


"Di Indonesia tingkat mortalitas akibat hipertensi pada pria bervariasi antara 2-28%, sedangkan pada wanita lebih rentan menjadi 8-39%,” ungkap dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP (K) M.D. FIHA, selaku Senior Consultant Cardiologist. Berdasarkan hal tersebut, dr. Arieska menegaskan kepada para perempuan untuk menjaga kesehatannya. Berikut ini pemaparan lebih lanjur dr. Arieska.


Untuk Ibu Hamil

“Hipertensi pada ibu hamil biasanya digolongkan menjadi dua. Pertama, hipertensi kronik yang dialami para ibu berpenyakit hipertensi sebelum mereka hamil. Kemungkinan bayi bisa tertular hipertensi lebih besar, karena faktor genetik. Tipe kedua dikenal dengan nama hipertensi gestasional. Biasanya, penyakit ini baru timbul setelah kehamilan berlangsung.”

Saat hamil, perempuan dapat mengalami perubahan yang signifikan, baik dalam kondisi kesehatan, suasana hati, hingga fisik. “Tekanan darah pada ibu hamil perlu diperhatikan, jangan sampai terlalu naik dan turun. Kalau terlalu turun sekali, sirkulasi jaringan ke organ badan akan menjadi berantakan. Otomatis, aliran darah menuju plasenta menjadi rendah. Padahal plasenta merupakan tempat makanan untuk si bayi. Hal ini dapat menyebabkan penurunan berat badan bayi.”

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke