Stay in The know

ads

Pregnancy

Cegah Preeclampsia, Penyakit Yang Dapat Menyerang Wanita Hamil Hingga Menyebabkan Keguguran

Cegah Preeclampsia, Penyakit Yang Dapat Menyerang Wanita Hamil Hingga Menyebabkan Keguguran

Tekanan darah tinggi menjadi faktor utama terjadinya preeclampsia pada wanita hamil.

Berbagai penyakit yang mengancam di masa kehamilan memang meresahkan. Salah satu yang menjadi perhatian banyak wanita hamil adalah tingginya tekanan darah. Oleh karena itu, GLITZMEDIA.CO menyarankan agar Anda rutin memeriksa kondisi tekanan darah di masa kehamilan (BACA: Kenali Tipe, Cara Mencegah, dan Penanganan Hipertensi Pada Ibu Hamil dan Menyusui).

Anda yang mengalami darah tinggi akan memiliki risiko timbulnya penyakit lain, yaitu preeclampsia. Preeclampsia adalah penyakit yang umumnya dialami pada wanita hamil saat memasuki usia kandungan trimester kedua hingga ketiga. Penyakit ini memiliki risiko yang fatal, karena Anda tidak hanya akan kehilangan sang calon bayi, tetapi juga mampu merenggut nyawa sendiri. Oleh karena itu, simak informasi seputar preeclampsia yang wajib diwaspadai.

(WAJIB BACA: Kenali Gejala & Cara Pencegahan Preeclampsia Pada Wanita Hamil Sedini Mungkin)


Apa Itu Preeclampsia?

Preeclampsia merupakan kondisi yang dialami wanita hamil saat memasuki minggu ke-20 atau beberapa minggu setelah wanita melahirkan. Penyakit ini berawal dari tekanan darah tinggi serta terdapatnya protein dalam urin, yang disebut dengan proteinuria. Akibatnya, plasenta tidak dapat bekerja dengan baik, hingga menyebabkan aliran darah melalui plasenta menjadi berkurang. Alhasil, bayi di dalam kandungan tidak mendapatkan banyak oksigen dan nutrisi, sehingga pertumbuhannya terhambat. Tak hanya itu, preeclampsia juga dapat membuat wanita hamil mengalami keguguran.

“Preeclampsia causes the flow of blood through the placenta to be reduced. This means that your baby won't get enough oxygen and nutrients, which may restrict his growth. Preeclampsia usually happens in the second half of pregnancy, or shortly after the birth. You're most likely to develop it after 27 weeks of pregnancy,” kutip Babycentre.co.uk.




Penyebab Terjadinya Preeclampsia

1. Riwayat Penyakit

Hipertensi masih menjadi faktor utama penyebab preeclampsia pada wanita hamil. Resiko akan preeclampsia semakin besar apabila wanita hamil juga memiliki riwayat penyakit turunan lainnya, seperti penyakit ginjal kronis, diabetes, lupus, miom, maupun kista. “Have chronic kidney disease, an autoimmune condition, such as lupus, diabetes, and had high blood pressure before you were pregnant,” lansir Nhs.uk.

2. Usia

Selain tekanan darah tinggi, faktor usia ternyata juga mempengaruhi terjadinya preeclampsia. Kehamilan yang terjadi saat Anda berusia di bawah 20 tahun atau di atas 40 tahun dapat meningkatkan risiko preeclampsia. “The risk of preeclampsia is higher for pregnant women older than 40,” tulis Mayoclinic.org. Karena itu, dokter selalu menyarankan Anda lebih hati-hati ketika dinyatakan hamil pada umur yang terlalu muda ataupun tua.

3. Kegemukan

Bagi Anda yang bertubuh besar, sebaiknya segeralah lakukan diet sebelum masa kehamilan terjadi. Selain berdampak buruk bagi kesehatan, berat badan yang terlalu tinggi akan membuat Anda rentan mengalami preeclampsia. “The risk of preeclampsia is higher if you're obese,” tambah situs tersebut. 

(BACA: Ketahui 7 Alasan Yang Mengharuskan Ibu Hamil Perlu Melakukan Olahraga)

4. Genetik

Selain penyakit, faktor genetik pun dapat menjadi salah satu pemicunya. Jika salah satu anggota keluarga (ibu atau nenek) pernah mengalami preeclampsia sebelumnya, maka kemungkinan besar Anda dapat mengalaminya. Risiko penyakit ini sendiri biasanya sangat rentan dialami pada kehamilan pertama. Oleh karena itu, memeriksa tekanan darah secara rutin dapat membantu dokter melakukan penanganan lebih cepat, sehingga Anda dan buah hati dapat terjamin keselamatannya.

(Elizabeth Puspa, Images: Berbagai Sumber)

You Might Also LIke