×

Stay in The know

Pregnancy

Bolehkah Menyusui Saat Hamil?

Bolehkah Menyusui Saat Hamil?
Anggia Hapsari

Thu, 5 September 2019 at 09.02

Boleh saja, asalkan Anda tetap memerhatikan saran dari ahlinya.  

Durasi baca: 1 menit 15 detik


Belum lama menimang bayi pertama, Anda sudah mendapatkan kabar bahagia berikutnya karena tengah hamil anak kedua. Namun, kabar bahagia tersebut juga dibarengi dengan beberapa kebingungan. 


Salah satunya tentang proses menyusui atau pemberian ASI kepada bayi Anda yang masih di bawah usia 1 tahun, padahal Anda sedang hamil anak kedua.


Seperti yang diungkapkan oleh Jan Barger, selaku konsultan laktasi bersertifikat asal Amerika Serikat, sebenarnya menyusui di tengah kondisi hamil tidak menjadi alasan bagi para ibu untuk tidak menyusui. 

(BACA JUGA: 5 Manfaat Menyusui Bayi Saat Malam Hari)


Ada banyak alasan untuk terus melanjutkan proses menyusui saat Anda sedang hamil,” tegas Jan Barger yang berkecimpung di dunia ASI sejak tahun 1987 itu. 


Tentu ada beberapa catatan penting yang perlu Anda perhatikan dan lakukan untuk mencegah kondisi bayi dan kehamilan Anda terhindar dari masalah. Jan Barger pun menjelaskan lebih rinci.


BUTUH NUTRISI DUA KALI LEBIH BANYAK

Seperti yang kita tahu ASI merupakan sumber nutrisi terbesar untuk perkembangan bayi. Di sisi lain, ibu yang tengah hamil juga membutuhkan nutrisi yang sama agar kondisi kesehatan tubuh dan calon janinnya tetap sehat dan kuat. 


Selama ibu yang sedang hamil masih dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan baik dan lengkap, tentu pemberian ASI bisa terus berlanjut. 


Pastikan Anda mengonsumsi berbagai makanan bergizi. Tubuh Anda sedang mempersiapkan ASI untuk si Kecil, bayi yang sedang ada dalam kandungan, dan Anda pun perlu nutrisi yang prima untuk tubuh Anda sendiri,” ujar Jan.


 Jadi, pastikan pola makan dan pola hidup Anda tetap sehat. Penuhi nutrisi tubuh Anda dua kali lipat lebih baik dari kehamilan anak pertama.


JANGAN PANIK JIKA ASI BERKURANG

Anda tak perlu khawatir jika pasokan ASI keluar lebih sedikit dari biasanya—terutama ketika usia kandungan memasuki trimester kedua. Pada masa ini biasanya janin di dalam kandungan akan menyerap lebih banyak tenaga dan nutrisi dari ibu. 


Kembali ke poin pertama, karena itu Anda diwajibkan mengonsumsi banyak sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin, air, dan gizi yang tinggi. Dengan begitu produksi ASI dapat tetap lancar dan kebutuhan nutrisi bayi dan janin tetap terpenuhi.

(BACA JUGA: Berikan ASI Eksklusif dengan Posisi Menyusui yang Tepat)


PUTING BERISIKO TERASA SAKIT 

Ketika hamil, akan ada banyak perubahan yang terjadi pada Anda para ibu, karena faktor hormon yang juga berubah secara drastis. Hal ini bisa langsung terlihat dan terasa dari kondisi payudara Anda. 


Payudara akan membesar, lingkar areola pun akan berubah warna menjadi lebih gelap dan besar. Selanjutnya, puting akan semakin terasa nyeri dan sakit. 


Ketika masa hamil dan menyusui berbarengan, tentu hal ini akan lebih menyakitkan. Oleh karena itu, Jan menyarankan Anda untuk mencari posisi terbaik dan nyaman agar bayi tak melukai puting secara berlebihan. 


Karena si Kecil sudah bisa diajak untuk berkomunikasi, ingatkan dia untuk membuka mulutnya lebih besar hingga perlekatan dengan payudara Anda dapat lebih mudah diwujudkan,” jelas Jan lagi. 


PERHATIKAN POSISI TIDUR

Ibu hamil umumnya akan mengalami gangguan tidur, terlebih lagi di usia kandungan besar. Pada saat yang bersamaan, tak menutup kemungkinan si Kecil akan menangis dan terbangun di tengah malam untuk meminta ASI. Kondisi ini berpotensi memperburuk jam istirahat Anda.


Sebelum Anda tidur, ada baiknya mencari posisi yang tepat dan nyaman untuk diri sendiri. Setelah itu, barulah memosisikan bayi di dekat Anda (atau dada) untuk memudahkan ketika bayi terbangun dan meminum ASI. 


KETAKUTAN CALON BAYI LAHIR PREMATUR

Kelahiran prematur biasanya menjadi kekhawatiran para ibu yang memiliki masa kehamilan dekat dengan kelahiran anak pertamanya. Khawatir boleh saja, karena ini akan membuat Anda lebih berhati-hati. 


Kelahiran prematur disebabkan karena pelebaran pada leher rahim yang terjadi terlalu dini. Penyebab lainnya, selama masa kehamilam ibu sering mengalami pendarahan atau keluhan-keluhan yang tidak wajar.


Jika Anda mengalami hal tersebut, tak salah melatih si Kecil yang sudah cukup umurnya untuk mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) dengan jumlah yang lebih sesuai dengan kebutuhannya. 


Cara ini akan membantu mengurangi keluhan Anda tanpa mengabaikan kebutuhan nutrisi bayi. Namun, Anda tetap harus melakukan cara ini di bawah pengawasan dokter anak, ya Bu!

 

IBU PERNAH MENGALAMI KEGUGURAN?

Pada saat hamil, tubuh akan memproduksi hormon oksitosin yang mampu merangsang kontraksi kuat pada dinding rahim. Kontraksi inilah yang sangat berpengaruh pada rahim dan payudara Anda kelak.


Jika Anda pernah mengalami keguguran sebelum kelahiran anak pertama, sebaiknya Anda lebih intensif memeriksakan diri dan kandungan Anda ke dokter. Dokter akan menyarankan cara yang lebih aman untuk Anda, si Kecil, dan bayi dalam kandungan Anda. Lagipula, kesehatan Anda lebih utama, kan?


(Agnes Priscilla, foto: Unsplash.com/ Life Is Fantastic/ The Honest Company/ Dakota Corbin)


You Might Also LIke