ads



Stay in The know

Pregnancy

Bolehkah Melakukan Pewarnaan Rambut Pada Masa Kehamilan? Ini Jawaban dari Pakar

Bolehkah Melakukan Pewarnaan Rambut Pada Masa Kehamilan? Ini Jawaban dari Pakar

Simak 3 tip dari pakar pewarnaan rambut internasional mengenai proses mewarnai rambut saat masa kehamilan. 

Rasanya tren warna rambut belakangan ini semakin keren saja. Mungkin hal ini menggoda Anda untuk mencoba mengganti warna rambut agar tampilan lebih fresh. Hanya saja, beberapa wanita takut mewarnai rambutnya karena sedang hamil. Prosedur pengecatan rambut dikatakan berisko buruk karena bahan kimia di dalam produk pewarnaan rambut dianggap membahayakan janin. 

Namun, tiga pakar pewarnaan rambut profesional justru berpendapat berbeda. Meskipun risiko itu selalu ada, namun kandungan kimia di dalam produk pewarnaan rambut sebenarnya tidak terlalu tinggi. Mewarnai rambut tetap bisa dilakukan oleh wanita hamil, namun dengan syarat yang khusus dan harus dalam pengerjaan hati-hati. Lebih lanjut ketiganya memberikan saran seperti yang tercantum di bawah ini.




Menurut Bruno Elorrioroz

Pakar pewarnaan rambut, Bruno Elorrioroz, mengatakan jika mewarnai rambut pada masa kehamilan tidak akan memberikan dampak terlalu serius. Hanya saja, Elorrioroz merekomendasikan kepada Anda untuk menunggu melakukannya hingga trimester kedua. Di samping itu, Anda sebaiknya melakukan tes terlebih dulu, meskipun produk cat rambut tersebut sudah pernah digunakan. Perubahan kadar hormon yang terjadi saat masa kehamilan dapat mempengaruhi efek reaksi cat rambut pada tubuh Anda. Hal tersebut wajib menjadi pertimbangan jika Anda berencana untuk melakukan pengecatan pada seluruh batang rambut, khususnya jika bersentuhan langsung dengan kulit kepala. 


Menurut Kathy Rogerson 

Pakar dari produk pewarnaan rambut Nice’n Easy, Kathy Rogerson, juga mengungkapkan jika setiap wanita hamil dapat mewarnai rambutnya kapan saja. Hanya saja jangan mengabaikan petunjuk penggunaan produk cat rambut. Perlu diingat, perubahan hormon saat hamil dapat pula mengubah jenis dan tekstur rambut Anda. Setidaknya, lakukan tes alergi 48 jam sebelum mengaplikasikan cat rambut untuk menghindari berbagai resiko negatif. Hentikan penggunaan saat Anda menemukan reaksi alergi atau efek negatif lainnya. 


Menurut Sally-Ann Tarver 

Untuk menghindari resiko negatif dari penggunaan pewarna rambut, Sally-Ann Tarver—Consultant Trichologist dari The Cots Wold Trichology Center and Theradome GB—menyarankan untuk mencoba teknik pewarnaan rambut  yang berbeda.  Anda diwajibkan melakukan tes alergi PPD (paraphenylenediamine) lebih dulu, mengingat bahan kimia ini berisiko besar menimbulkan masalah. Beberapa wanita hamil mengungkapkan jika dirinya menjadi lebih sensitif terhadap proses bleaching ataupun bahan pewarna rambut yang menyentuh kulit kepala langsung. Jika Glitzy ingin mengubah warna rambut, coba teknik pengecatan yang tidak menyentuh kulit kepala seperti foil highlight, ombre, atau bayalage. 


Jika tidak perlu atau masih bisa ditunda, saran GLITZMEDIA.CO Anda tidak perlu melakukan pewarnaan rambut hingga proses kelahiran dan menyusui selesai. Kalau ternyata pada masa kehamilan Anda perlu melakukan pewarnaan rambut demi tujuan khusus, sebaiknya lakukan 3 langkah di atas, termasuk melakukan konsultasi lebih dulu kepada dokter kandungan Anda.  

(Kissy Aprilia, Images: Berbagai Sumber)

You Might Also LIke