Ternyata, kelainan pada janin selama kehamilan akan membuat ibu terpaksa melakukan operasi sesar.

Seperti yang kita ketahui, proses melahirkan dibagi menjadi dua, yaitu secara normal maupun sesar. Sebagian besar wanita umumnya memilih untuk melahirkan secara normal, agar proses penyembuhannya dapat berangsur cepat dan tidak menimbulkan bekas pada bagian perut. Namun sayangnya, terkadang keadaan tak selalu mendukung.

Tak jarang para ibu dianjurkan untuk beralih melakukan operasi sesar, karena faktor kesehatan dan gangguan selama kehamilan. Alhasil, mau tidak mau ibu perlu melakukan operasi sesar demi keselamatan Anda dan sang buah hati. Tetapi, selain alasan tersebut, ternyata masih banyak penyebab lainnya yang membuat calon ibu tidak boleh melahirkan secara normal, melainkan diwajibkan untuk sesar. Berikut penjelasannya.


Kelainan Pada Janin

Selama masa kehamilan, calon ibu dianjurkan untuk rutin melakukan check-up. Selain untuk mengetahui perkembangan janin, rutinitas ini juga berfungsi untuk menemukan ada atau tidaknya gangguan pada calon bayi tersebut. Jika gerakan jantung sang anak terlihat lemah, maka kemungkinan mereka akan mengalami gagal jantung, jika dipaksakan melahirkan secara normal. Hal ini disebabkan karena bayi dalam kandungan kekurangan oksigen, yang menyebabkan ibu terkena komplikasi.

“Also if the water breaks and shows traces of meconium, that indicates that the fetus has passed stools inside the womb. ‘This can pollute the amniotic liquid in which the baby floats. If the baby inhales the meconium it can lead to other problems in the lungs or the respiratory system,” ujar dr. Pooja Mehta, selaku Consultant Gynecologist, Paras Hospital, Mumbai.




Kelahiran Prematur

Biasanya, sesar diperuntukkan bagi calon ibu yang akan melahirkan di saat usia kandungannya di bawah 9 bulan. Tujuannya, agar bayi dalam kandungan tidak kekurangan oksigen saat proses melahirkan. “If your labour starts before time and you end up in the labour room for a delivery much before your expected delivery date to birth prematurely this could be done through a caesare,” ungkap dr. Pooja.


Ibu Penderita Preeclamsia

Preeclamsia merupakan kondisi di saat ibu memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi saat kehamilan sehingga dianjurkan untuk melakukan sesar untuk mencegah bocornya plasenta pada bayi. “This is a condition that is denoted with high blood pressure in the expectant mum during pregnancy. If it remains uncontrolled, this condition can prevent the placenta from receiving enough blood and the baby from getting enough oxygen,” tambah dr. Pooja.

(BACA JUGA: Cegah Preeclampsia, Penyakit Yang Dapat Menyerang Wanita Hamil Hingga Menyebabkan Keguguran)


Bayi Kembar

Memiliki bayi kembar bukan berarti tak bisa melahirkan secara normal. Namun, pada umumnya kelahiran bayi kembar dua atau tiga selalu disarankan untuk melakukan operasi sesar. “Though a vaginal birth with twins is still possible depending on the position and gestation age but with multiples or triplets a vaginal delivery is less likely.”


Gangguan Fibroid

Fibroid merupakan gangguan yang terjadi akibat pertumbuhan sel yang tidak normal pada rahim. Kelainan ini biasanya terjadi pada bagian serviks wanita, sehingga Anda diharuskan untuk melakukan operasi sesar. “Fibroids in the mouth of the cervix can be an obstruction to normal delivery. If your pregnancy is managed well then a planned cesarean section would be the option for a safe and sound delivery.”

(BACA JUGA: Kenali Gejala & Cara Pencegahan Preeclampsia Pada Wanita Hamil Sedini Mungkin)




Placenta Previa

Ini merupakan sebuah kelainan yang terjadi akibat plasenta terletak sangat jauh atau rendah di dalam rahim hingga hampir menutupi leher rahim. “Sometimes with the progression of the pregnancy the placenta might move up with proper rest, care and close monitoring. But if it doesn’t a c-section is the best option for both the mother and the baby,” jelasnya.


Posisi Janin

Posisi janin yang terbalik atau lebih dikenal dengan sungsang akan sangat menyulitkan calon ibu melahirkan secara normal. “Though a vaginal birth with a breech position baby is possible under certain circumstances but if it leads to fetal distress or low oxygen supply to the fetus, a caesar would be the wise decision.”


Terikat Tali Pusar

Memang tak ada yang dapat menebak pergerakan janin. Terkadang, janin yang terlalu aktif dapat menyebabkan tali pusar anak menyelinap hingga leher rahim sang ibu. Akibatnya, janin akan sulit keluar melalui Miss-V. “This is a condition where the mother’s pelvis is smaller and so obstructs the baby’s head to smoothly slide through the birth canal. This is often diagnosed at the birth table.”


Diabetes

Jika calon ibu menderita diabetes gestasional selama kehamilan, maka memungkinkan sang anak akan lahir secara sesar. Sayangnya, faktor keturunan anak menderita diabetes saat remaja nanti cenderung lebih besar daripada anak yang terlahir dari ibu tanpa diabetes. “If you develop gestational diabetes during your pregnancy or are diabetic, you may have a large baby or other complications. This increases your chance of having a cesarean,” tulis Americanpregnancy.org.

(BACA JUGA: Kenali Resiko Diabetes Gestasional Yang Rentan Terjadi Pada Ibu Hamil)

(Elizabeth Puspa, Image: Berbagai Sumber)