Stay in The know

ads

Motherhood

Waspada, Inilah 4 Dampak Balita Suka Makanan Manis

Waspada, Inilah 4 Dampak Balita Suka Makanan Manis

Mengonsumsi makanan manis yang berlebihan bisa memengaruhi kesehatan si Kecil.

Durasi baca: 1 menit.


Layaknya orang dewasa, konsumsi gula pada anak tentu harus dijaga sesuai dengan usia pertumbuhan mereka. Dalam jangka panjang, konsumsi gula melebihi batas angka normal dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan yang beberapa diantaranya bisa jadi sangat berbahaya sehingga menimbulkan kematian. 

(BACA JUGA: 3 Cara Mudah Mengajak Anak Rajin Sikat Gigi)

Di usia ballita, mereka sedang gencar-gencarnya menyukai makanan manis, mulai dari buah, kue kering, cokelat bahkan permen. Rasa suka akan makanan manis bukanlah datang secara tiba-tiba, melainkan karena adanya kebiasaan. 

Sebagai orangtua Anda perlu tahu dampak jika si Kecil mengonsumsi makanan manis secara berlebihan.


GIGI RUSAK

Konsumsi gula yang berlebih tentu saja dapat memicu kerusakan gigi. Zat gula yang menempel pada sela-sela gigi akan menjadi “makanan” bagi bakteri dalam mulut dan menghasilkan zat asam. Zat asam inilah yang dapat merusak lapisan email gigi dan menyebabkan gigi keropos atau berlubang.




SUGAR RUSH

Sugar rush terjadi saat si kecil mengonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi, yaitu makanan yang cepat diserap dan dicerna tubuh sehingga gula darah meningkat dengan cepat lalu turun lagi, seperti donat, popcorn, cupcakes, muffin dan sebagainya. Kenaikan gula darah ini memompa energi si kecil dan berdampak buruk pada konsentrasinya.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke