Stay in The know

Motherhood

Waspada Gangguan Amenore pada Remaja

Waspada Gangguan Amenore pada Remaja

Apa itu amenore? Temukan jawabannya dalam artikel berikut ini.

Durasi baca: 1 menit.


Menstruasi adalah tanda akhil balik yang dialami oleh seorang perempuan. Ketika sudah menstruasi, maka perempuan dianggap telah dewasa dan organ reproduksinya sudah bekerja. Itulah mengapa, saat anak perempuan Anda mulai menstruasi, sebagai orangtua Anda jadi ekstra lebih hati-hati dalam menjaganya.


Tidak hanya secara seksual, di masa pertumbuhan ini anak perempuan juga menjadi lebih aktif dan ingin bereksplorasi, karena adanya perubahan hormon di dalam tubuhnya. Sayangnya, untuk kasus-kasus tertentu, ada anak-anak perempuan yang hingga masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) belum juga mengalami menstruasi.

(BACA JUGA: Menstruasi Tidak Teratur? Waspada Penyebab Kista Ovarium)


Ibu tidak bisa menganggap hal ini normal terjadi. Sebaiknya periksakan diri Anak perempuan Anda ke dokter. Terutama untuk memastikan bahwa apakah anak Anda mengalami gangguan amenore atau tidak. Apa itu gangguan amenore?


Amenore adalah sebuah kondisi ketika perempuan yang seharusnya mengalami menstruasi, tetapi tidak mengalami menstruasi. Amenore sering juga disebut sebagai kehamilan yang tidak terdiagnosis. Mengapa? Karena kondisi ini mirip dengan kondisi Ibu hamil yang tidak menstruasi selama sembilan bulan.




Namun jika hal ini menyerang remaja maka akan ada dampak bahaya yang juga timbul dalam tubuh remaja tersebut. Amenore sendiri memiliki dua jenis:


AMENORE PRIMER

Amenore primer terjadi ketika seorang remaja atau gadis, telah melewati masa pubertas (perubahan bentuk tubuh, seperti tumbuh payudara) tetapi belum juga menstruasi. Remaja atau gadis yang termasuk dalam kategori ini, adalah mereka yang berusia 15 tahun ke atas.


AMENORE SEKUNDER

Amenore sekunder adalah kondisi ketika perempuan dewasa tidak mengalami menstruasi selama lebih dari tiga sampai enam bulan.


Penyebab amenore bermacam-macam. Mulai dari cacat lahir pada organ reproduksi, perubahan hormon secara alami, stres, pengaruh obat, berat badan rendah, olahraga berlebihan, dan lain sebagainya.


Berikut ini adalah beberapa ciri yang bisa menjadi tanda bahwa anak Anda mengalami amenore atau tidak. Ciri-ciri berikut ini memang ada yang umum, maka dari itu jangan disepelekan. Jika anak Anda mengalami salah satu atau beberapa di antaranya, langsung periksakan diri ke dokter.


  • Timbul Jerawat di wajah, punggung, dan bagian tubuh lain
  • Sakit kepala
  • Rambut rontok
  • Bulu atau rambut di wajah tumbuh secara berlebihan
  • Nyeri pada panggul
  • Terjadi perubahan penglihatan pada kedua mata
  • Keluar cairan dari puting susu




(Andiasti Ajani, foto: rahmani kresna, imani clovis/unsplash.com, medic.ua)

Author:

You Might Also LIke