Stay in The know

Motherhood

Ternyata, Mendongeng Memiliki Banyak Manfaat Untuk Anak Selama Masa Pertumbuhan

Ternyata, Mendongeng Memiliki Banyak Manfaat Untuk Anak Selama Masa Pertumbuhan

Membiasakan diri bercerita kepada anak sebelum tidur dapat melatih kecerdasan fisik dan emosionalnya.

Dalam masa pertumbuhan, usia 0 – 12 tahun pertama adalah waktu yang sangat penting. Rentang waktu yang biasa disebut ‘masa emas’ atau ‘golden age’ ini adalah waktu yang tepat bagi orangtua untuk membentuk karakter, mental, serta kondisi emosional anak di masa yang akan datang. “Usia tersebut merupakan masa pertumbuhan dan pembentukan karakter serta emosional dari anak,” ungkap Hana Yasmira, MSi., selaku Parenting Communication Specialist. Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu tersebut dengan baik, salah satunya dengan rajin mendongengkan sang buah hati sebelum tidur.

Menyisihkan waktu sejenak untuk bercerita bersama sang buah hati sebelum mereka tidur, ternyata memiliki manfaat yang banyak. Mulai dari kecerdasan emosional, ketangkasan otak, melatih ketampilan komunikasi, hingga keintiman antara ibu dan anak. Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa keuntungan yang akan ibu dapatkan, jika membiasakan bercerita atau berdongeng untuk sang buah hati.


Mengasah Keterampilan Bahasa

“Reading out stories to your children helps in making them acquainted with the language as well as in learning new words and phrases,” tulis Momjunction.com. Dengan mendongenginya, perbendaharaan anak akan bahasa pun akan semakin banyak. Bagi Anda yang ingin mengajarinya bahasa asing, sesi dongeng pun dapat Anda manfaatkan. Cobalah sesekali untuk menyelipkan kalimat berbahasa Inggris dalam cerita Anda, sehingga anak akan terbiasa dengan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.


Mengasah Daya Ingat

Bacakanlah dongeng yang menggunakan buku-buku animasi bergambar serta berwarna, sehingga memudahkan mereka menyerap isi dari cerita tersebut. Bacalah buku tersebut secara terus menerus. Cara ini akan melatih mereka mengasah daya tangkapnya. Tanpa disadari, sang buah hati akan menghafal bagaimana alur ceritanya, siapa saja tokoh serta karakternya dalam buku tersebut. “This is an excellent exercise in memorization skills and it also may help guide children when they wish to write a story of their own,” seperti yang dikutip dalam Childdevelopmentinfo.com




Membentuk Etika dan Moral

Pilihlah buku-buku yang memiliki cerita ringan, menarik, namun mengandung nilai moral yang cukup tinggi untuk pembentukan etika serta mental sang buah hati. Ajak mereka memahami sebab-akibat, jika melakukan suatu perbuatan yang buruk. “By telling your child stories that come with a meaningful message, you can definitely inculcate qualities like wisdom, courage, honesty, etc. from an early age into your little one,” tulis Momjunction.com.


Pandai Dalam Berkomunikasi

Saat anak mulai tertarik dengan isi cerita yang ada di dalamnya, biasanya mereka akan mulai bermain dan berinteraksi dengan dirinya sendiri. Sang anak akan mulai bercerita di depan cermin seolah menjadi sosok publik figur atau pemimpin suatu pertemuan. Biarkan mereka belajar cara bercerita sekalipun, itu hanya untuk dirinya sendiri. “This is also a great way to teach your child new words and pronunciation on a regular basis,” lansir Momjunction.com


Pribadi Yang Kritis

Saat ibu bercerita, usahakan terjadi dialog antara ibu dan anak, biarkan mereka bertanya-tanya, mengapa, bagaimana, siapa, dan lain sebagainya. Pancinglah mereka dengan satu cerita yang menimbulkan tanda tanya di pikirannya. Cara ini mampu melatih sang buah hati tumbuh menjadi anak yang kritis, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, aktif, dan cepat menangkap perubahan yang ada dilingkungannya kelak. 


Meningkatkan Daya Imajinasinya

Berceritalah dengan sedikit ekspresif. “Good storytelling uses body language, expression in their voices, varying volume — yes, they have permission to be loud — a sense of pacing and eye contact with their listeners,” tulis Sheknows.com. Cara ini mampu membuat imajinasi dalam pikirannya turut bermain, seolah dirinya masuk dan terlibat dalam alur cerita tersebut. Hal ini akan membuat daya imajinasi sang anak menjadi semakin ‘liar’ sehingga kian kreatif nantinya.



Melatih Konsentrasi

Usai bercerita, cobalah bertanya ulang kepada sang anak. Mulai dari awal isi cerita, nama tokoh yang ada di dalam buku tersebut, hingga beragam peristiwa menarik. Biarkan mereka mencoba berpikir secara keras untuk memanggil ulang memorinya. Dengan begini, otaknya mampu bekerja lebih aktif serta melatih konsentrasinya untuk mengingatnya kembali dongeng yang sudah didengarnya.


Menjalin Kedekatan Batin

Kesibukkan bekerja terkadang menyita banyak waktu, sehingga sang buah hati kerap kali merasa tidak diperhatikan atau bahkan terabaikan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda dapat pulang lebih awal, sebelum sang anak tertidur lelap. Sisihkan waktu minimal 15 menit dalam sehari untuk bercerita dengan mereka, sehingga kedekatan serta keintiman antara ibu dengan anak tetap terjalin dengan baik. (BACA JUGA: Jangan Mengaku Dekat Secara Batin Dengan Anak Jika Belum Melakukan 6 Hal Ini).

(Elizabeth Puspa, Image: Berbagai Sumber)

You Might Also LIke