Stay in The know

Motherhood

Ternyata Anak-Anak Juga Bisa Terkena Hipertensi. Kenali 5 Pemicu Utamanya

Ternyata Anak-Anak Juga Bisa Terkena Hipertensi. Kenali 5 Pemicu Utamanya

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga memiliki potensi terkena penyakit darah tinggi atau hipertensi. 

Menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak hanya mengancam orang dewasa saja. Bahkan, anak-anak yang masih di bawah umur sekalipun memiliki risiko yang sama. “Hipertensi pada anak berkisar 1-2%. Anak dengan hipertensi mempunyai risiko hampir 4 kali lebih besar untuk menderita hipertensi (lebih besar) pada masa dewasa dibandingkan anak normal,” ungkap dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP (K) M.D. FIHA, selaku Senior Consultant Cardiologist dalam sebuah diskusi bersama Indonesia Society of Hypertension (InaSH).

Hipertensi pada anak belakangan ini terus mengalami kenaikan. Jika diabaikan, penyakit ini akan berdampak buruk bagi kesehatan anak saat mereka menginjak dewasa nanti. “Hipertensi pada anak memberikan dampak buruk bagi kesehatan kardiovaskular di saat masa dewasa nanti,” tambah dr. Arieska. Perubahan gaya hidup dan pola asuh yang salah merupakan beberap faktor penyebabnya. Lebih jelasnya dr. Arieska menjabarkan faktor lainnya yang dapat memicu terjadinya hipertensi pada anak berikut ini.


Keturunan atau Genetik

“Hipertensi dapat dikatakan penyakit bawaan yang diturunkan orangtua. Sebaiknya ibu lebih cermat dalam mengasuh anak. Terlebih jika keluarga Anda mempunyai riwayat buruk dalam kesehatan ginjal dan pembuluh darah. Biasakan menerapkan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan mereka, supaya hipertensi pada anak tidak muncul pada saat usia mereka menginjak remaja muda.”




Obesitas Pada Anak

“Jangan terlalu senang ketika anak tumbuh dengan berat badan yang tinggi. Kegemukan pada anak dapat menjadi penyebab utama mereka mengalami hipertensi. Sebaiknya tetap jaga pola makan sang buah hati, perbanyak sayuran dan buah-buahan, serta hindari segala jenis makanan yang mengandung garam tinggi.”


Gaya Hidup Yang Salah

“Sebagian orangtua saat ini lebih senang memanjakan anaknya. Mereka dengan mudah membelikan anak gadget, membiarkannya menonton TV agar tidak rewel dan sibuk sendiri. Selain itu, biasanya para ibu senang menghabiskan waktu jalan-jalan di mal dan makan di luar rumah. Padahal kebiasaan ini membuat si kecil menjadi malas dan tidak aktif. Alhasil, berat badannya terus meningkat, karena ruang geraknya terbatas dan kurang berolahraga.” 


Malas Mengontrol Kesehatan Anak

“Sebaiknya ibu jangan hanya sibuk mengontrol tekanan darah sendiri saja, tapi cobalah ajak anak untuk mengecek kesehatannya. Tekanan darah pada anak laki-laki umumnya lebih besar daripada anak perempuan. Selain itu, hindari segala jenis obat-obatan yang memicu terjadinya hipertensi pada anak.”




Aktivitas Yang Kurang Tepat 

“Dari pada pergi ke mal setiap hari, cobalah berlibur ke alam terbuka, seperti pantai, kebun binatang, taman, berolahraga, dan kegiatan lainnya yang mampu mengasah kemampuan otak serta bersentuhan langsung dengan alam. Kegiatan ini tidak hanya baik untuk pertumbuhan mentalnya, tetapi juga dapat membuat pikirannya menjadi rileks dan badan lebih aktif bergerak.”

(Elizabeth Puspa, Images: Berbagai sumber)

Author:

You Might Also LIke