Stay in The know

Motherhood

Tanamkan Nilai Moral Sejak Dini Pada Anak dengan 9 Cara Ini

Tanamkan Nilai Moral Sejak Dini Pada Anak dengan 9 Cara Ini

Imbangi pola diskusi dua arah dengan pendidikan moral sejak dini. 

Dunia mengakui bahwa semakin lama nilai moral dalam masyarakat mulai merosot (BACA: Menilik Penyebab Merosotnya Nilai Moral di Lingkungan Sosial). Orangtua adalah pihak yang paling bertanggung jawab akan kondisi tersebut karena merupakan pemberi pendidikan pertama. Fondasi yang kokoh akan nilai moral harus ditanamkan sejak dini oleh para orangtua. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang hanya mementingkan nilai mata pelajaran atau sekadar keberanian dalam bicara. Bukankah ilmu tanpa karakter dan norma hanya akan membentuk pribadi yang jumawa? Untuk itu, lakukan 9 hal ini guna menanamkan nilai moral pada anak sejak dini.

 

Pembentukan Bertahap

Anda tentu ingin anak tumbuh menjadi sosok yang jujur, baik hati, sopan, bertanggung jawab, hingga dermawan. Namun banyaknya nilai moral yang ditanamkan justru akan membuatnya bingung. Menurut Kay Ireland dari Livestrong.com, orangtua perlu memberikan pengenalan pada setiap nilai secara bertahap agar anak dapat mempelajari nilai moral secara utuh.

 

Berikan Contoh

Orangtua selalu menjadi panutan bagi anak-anak. Jika Anda suka berbohong, maka jangan heran bila anak melakukan hal yang sama. Cobalah menjadi contoh yang baik untuk anak-anak, sesuai dengan nilai moral yang ingin ditanamkan. Misalnya ingin membentuk sifat dermawan, cobalah untuk menunjukkan pada anak akan keindahan berbagi.

 

Atur Emosi

Tanpa disadari, terkadang amarah hingga kata kasar keluar di hadapan anak-anak. Hal ini justru akan menghambat anak dalam mempelajari cara mengatur emosi. Jika tidak ingin anak tumbuh menjadi sosok yang emosional, cobalah mengatur emosi Anda. Tunjukkan bahwa cara yang baik perlu ditempuh untuk hasil yang baik pula.

 

Berikan Pilihan

Orangtua seringkali menanamkan apa yang benar dan salah tanpa memberikan hak memilih. Hal ini justru menghambat tumbuhnya hati nurani yang bisa menjadi landasan anak dalam menentukan pilihan. Cobalah untuk menanyakan pendapat anak mengenai suatu hal, misalnya atas tindakan bullying. Biarkan ia mengungkapkan alasan atas penilaiannya.

  • PAGE
  • 1
  • 2

Author:

You Might Also LIke