ads



Stay in The know

Motherhood

Seberapa Sering Botol Bayi Harus Disterilisasi?

Seberapa Sering Botol Bayi Harus Disterilisasi?

Karena pertahanan tubuh bayi masih rentan, apapun yang masuk ke mulut bayi sebaiknya dalam keadaan steril.

Durasi baca 1 menit


Sterilisasi adalah salah satu cara untuk menghilangkan bakteri dan kuman pada apapun peralatan makan serta dot bayi. Hal ini karena sendok, botol, dan dot dapat menjadi tempat kuman dan bakteri berkembangbiak. Oleh sebab itu, banyak orangtua yang rajin melakukan streilisasi botol susu sebelum digunakan oleh bayi. 


Meskipun tujuannya agar botol menjadi lebih bersih, namun ternyata sterilisasi botol tidak dianjurkan untuk terlalu sering dilakukan. Hal ini karena terlalu sering mensterilkan botol dikhawatirkan akan merusak botol dan menyebabkan bahan kimia masuk ke dalam susu. 


(Foto: Parents.com)


Terlebih bila Anda menggunakan botol yang terbuat dari plastik. Botol jenis ini tepat memiliki potensi zat berbahaya bila terlalu sering dipanaskan meskipun sudah berlabel BPA. Sebaiknya, Anda melakukan sterilisasi botol dan dot bayi pada saat-saat berikut: 


Saat botol masih baru harus dicuci dan disterilkan sebelum digunakan. 

Saat darurat dan Anda harus meminjam peralatan bayi atau menggunakan botol bayi bekas bahkan botol yang sudah dipakai oleh saudaranya. 

Saat bayi sembuh dari sakit. Usahakan untuk mensterilkan botol agar virus dan bakteri tidak kembali masuk ke tubuh bayi. 

Jika bayi lahir dengan masalah kesehatan atau lahir prematur karena bayi membutuhkan barang-barang yang ekstra higienis dan steril. 

Bila orang tua tidak mempunyai akses air bersih, usahakan untuk selalu mensterilkan botol bayi sebelum digunakan. 


Selain beberapa kondisi di atas, orangtua bisa mensterilkan botol bayi sehari sekali pada malam hari. Sehingga esok pagi botol sudah dalam keadaan bersih dan siap digunakan lagi. 



(Ratih Dwiningtyas, foto: Pexels.com/ Rawpixel)

You Might Also LIke