Stay in The know

Motherhood

Perlukah Menggunakan Baby Walker?

Perlukah Menggunakan Baby Walker?

Lebih baik, perbanyak tetah dibanding menggunakan baby walker.

Durasi baca: 55 detik


Penggunaan baby walker hingga saat ini masih menjadi perdebatan di antara orangtua. Ada yang berpendapat bila baby walker berbahaya, tapi banyak juga yang menggunakan baby walker dengan harapan membantu si Kecil cepat jalan.


Baby walker merupakan alat yang digunakan oleh bayi yang belum bisa berjalan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Umumnya baby walker dibuat dengan bahan plastik keras yang berdiri di atas roda. Alat ini digunakan untuk anak berusia 4 - 16 bulan.

(BACA JUGA: Cara Melatih Anak Jalan)



Tidak sedikit orangtua yang cenderung menggunakan mainan ini sebagai mainan anak. Karena, anak usia 5 sampai 12 bulan akan tersenyum senang ketika mereka berada di atas baby walker sambil bergeser ke sana kemari di dalam rumah. Meskipun sebenarnya ia belum benar-benar bisa berjalan sendiri.


PENYEBAB CEDERA

Penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics menyimpulkan bahwa penggunaan baby walker dapat menyebabkan kecelakaan (jatuh dari tangga, cedera kepala).


Walker tidak membantu bayi untuk lebih cepat berjalan. Alat ini justru memperlambat perkembangan normal motorik dan perkembangan mental. American Academy of Pediatrics menyarankan untuk tidak merekomendasikan penggunaan alat ini pada anak yang belum bisa jalan. 


Penelitian lain menunjukkan bahwa bayi berusia 6 - 15 bulan yang diberikan walker akan menunjukkan bayi tersebut lebih sering duduk , merangkak, dan berjalan lebih lambat dibandingkan anak yang tidak menggunakan walker. 


MAINAN ALTERNATIF AGAR ANAK MAU BERJALAN

Dibanding menggunakan walker, dr. Alan Greene, seorang Clinical Professor of Pediatrics  di Stanford University School of Medicine, menyarankan exersaucer sebagai alternatif lain untuk membantu tumbuh kembang kemampuan anak saat berdiri.

(Foto: Toysrus.com)


Alat ini berbentuk seperti walker yang memiliki mainan dan tempat duduk, hanya saja tidak dilengkapi dengan roda. Exersaucer dapat membuat anak melompat, memantul, berdiri atau bahkan mencoba berpegangan di kedua sisi alat sambil bermain mainan di depannya. 

(BACA JUGA: Kebiasaan Negatif Anak yang Sering Dianggap Sepele Orangtua)


Selain itu, latihlah anak untuk berlatih secara alami. Genggamlah kedua tangan Anda untuk berdiri dan lakukan 'tetah' agar anak lebih cepat berjalan.


(Anggia Hapsari, foto: Pexels.com/Pixabay)

 


Author:

You Might Also LIke