ads



Stay in The know

Motherhood

Perhatikan ini Saat ingin Menyapih Anak

Perhatikan ini Saat ingin Menyapih Anak

Mantapkan diri Anda dan lakukan secara bertahap.

Durasi baca: 1 menit


Memberikan ASI hingga anak berusia 2 tahun memang menjadi tujuan utama ibu. Nah, setelah anak berusia 2 tahun, selanjutnya adalah menyapih anak sebagai tanda bila mereka sudah cukup mendapatkan asupan ASI. Proses menyapih anak inilah yang tidak mudah dilakukan karena biasanya terjadi banyak reaksi penolakan dari anak. Hal ini disebabkan karena anak akan mendapatkan ketenangan menyusu langsung dari payudara Ibu. 

(BACA JUGA: Sudahkah ASI Anda Mencukupi Kebutuhan Bayi Kenali Tandanya)



Meskipun begitu, proses menyapih harus tetap dilakukan. Sebagian ahli mendeskripsikan beberapa tanda si Kecil mulai dapat disapih. Antara lain ketika ia sudah dapat duduk dengan kepala tegak dalam waktu lama, membuka mulut dan tertarik ketika melihat orang lain makan, hingga koordinasi mata, mulut, dan tangan yang bekerja dengan baik untuk mengambil dan memasukkan makanan ke mulut.


Namun, ada kalanya Anda perlu menunda menyapih anak pada beberapa momentum penting seperti saat anak sedang sakit atau ketika pindahan rumah untuk menghindari anak stres. Hindari juga proses menyapih saat Anda sedang menerapkan toilet training. Sebaiknya beri kesempatan pada si Kecil untuk belajar satu per satu. 


Jika Anda sudah mantap untuk menyapih si Kecil,  pastikan beberapa hal ini tidak Anda lewatkan: 


PERSIAPKAN DIRI ANDA

Sebelum memulai menyapih, yang terpenting adalah persiapkan diri Anda terlebih dahulu. Menyapih adalah proses yang emosional karena Ibu sudah tidak lagi menyusui dan anak sudah bertambah besar. Bila Ibu sudah siap, anak akan lebih mudah disapih. 


KOMUNIKASIKAN PADA SI KECIL

Beberapa bulan sebelum menyapih, komunikasikan hal ini pada anak. Jangan langsung menghilangkan kegiatan menyusu secara drastis. Sebaiknya, lakukan secara perlahan dengan mengurangi frekuensi menyusu. 


(Foto: Parents.com)


Ungkapkan juga pada si Kecil bahwa sebentar lagi ia sudah tidak boleh menyusu pada Ibu. Jelaskan bahwa bukan berarti Anda tidak lagi sayang padanya, namun karena ia sudah tidak memerlukan ASI dan perlu lebih banyak makan. 


SIAPKAN LEBIH BANYAK CAMILAN

Saat menyapih, lakukan secara bertahap yaitu pada siang hari. Gantilah dengan makanan dan camilan yang lebih mengenyangkan. Berikan kesempatan anak untuk menyusu pada pagi dan malam ini karena pada saat ini ia sedang mencari kenyamanan. 

(BACA JUGA: 5 Cara Tepat Memilih Camilan Sehat untuk Anak)



Lakukan selama sebulan pertama. Kemudian kurangi kebiasaan menyusu pada pagi hari dengan melakukan kegiatan favorit. Jika ia ingin menyusu pada Anda saat malam sebelum tidur, ciptakan ritual menyenangkan lain seperti membaca buku atau mendengarkan musik. Buatlah si Kecil merasa nyaman dengan tetap memeluk atau membelainya. Beri rewards bila si Kecil dapat melalui proses ini secara bertahap. 


LIBATKAN PASANGAN

Dikutip dari laman BabyCenter.com tentang Weaning: When and How To Stop Breastfeeding, hal yang tidak kalah penting adalah selalu libatkan pasangan Anda dalam proses menyapih anak. Ayah bisa membantu mengalihkan perhatian dan menghibur anak saat mereka minta menyusu. Kerjasama yang baik antara Anda berdua tentu dapat mengalihkan perhatian si Kecil tanpa membuat anak merasa kurang disayangi. 


(Anggia Hapsari, foto: Pexels.com/ Bruce Mars)


You Might Also LIke