×

Stay in The know

Motherhood

Peran Ayah Terhadap Anak Laki-laki, Ajarkan 4 Hal Berikut!

Peran Ayah Terhadap Anak Laki-laki, Ajarkan 4 Hal Berikut!
Anggia Hapsari

Sat, 24 August 2019 at 08.01

Tidak hanya kebutuhan financial, anak laki-laki membutuhkan beberapa hal ini untuk kebutuhan psikologisnya. 

Durasi Baca: 1 menit


Keberhasilan mendidik anak membutuhkan peran kedua orangtua. Namun kini tak jarang, semakin banyak ayah yang “lupa” dengan keluarga dan anaknya karena terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan. 


Padahal, sosok seorang ayah dibutuhkan oleh setiap anak. Terutama oleh anak laki-laki untuk kebutuhan psikologisnya. Sederhananya, itulah mengapa Anda sering mendengar istilah parenting, bukan mothering atau fathering, kan? Kontribusi ayah dan ibu dalam mendidik anak-anaknya sangatlah diperlukan. 

(BACA JUGA: Permainan Anak Ternyata Berpengaruh Terhadap Perkembangan Emosinya)



Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan di Universitas Oxford yang diterbitkan di "Journal of Child Psychology and Psychiatry" menyatakan bahwa peran ayah sama penting dengan peran ibu pada masa perkembangan anak. Anak laki-laki yang mendapatkan kehadiran ayah pada masa pertumbuhannya akan berkembang menjadi anak yang lebih tenang, kuat, dan bahagia. 


Dr Paul Ramchandari, selaku ketua penelitian tersebut pun menambahkan bahwa sebenarnya anak laki-laki cenderung lebih sensitif dibanding anak perempuan. Ini disebabkan anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama ibu, sedangkan ayah menjaga jarak dan cenderung “menekan dari alam bawah sadar”.


Lebih lanjut, Dr Paul menyatakan bahwa Ayah yang menunjukkan kasih sayang, melindungi, dan mau terlibat dalam kehidupan sehari-hari seorang anak, terutama anak laki-laki, akan membantu mengoptimalkan perkembangan kognitif, bahasa, sosial, dan psikologisnya. 


Lalu, bagaimana seorang ayah dapat bekontribusi dalam perkembangan anak laki-laki?


ANAK LAKI-LAKI BUTUH MELIHAT AYAH YANG MENCINTAI IBUNYA


Seorang anak membutuhkan cerminan rasa sayang seorang ayah terhadap ibunya. Meski demikian, bukan berarti si ayah bebas mengumbar afeksi berlebihan kepada sang ibu. 


Hubungan cinta kasih yang baik antar orang tua, terutama ayah kepada ibu, dapat memberi contoh pada anak bagaimana memperlakukan seorang perempuan kelak ketika ia dewasa. Ia pun akan melihat bagaimana seorang ayah tak segan bekerjasama dengan ibu mengurus urusan rumah tangga dan anak-anak mereka.


ANAK LAKI-LAKI BUTUH MELIHAT JIWA KEPEMIMPINAN AYAHNYA

Layaknya sebuah organisasi dalam dunia profesional, keluarga adalah sebuah organisasi kecil. Ayah adalah seorang pemimpin organisasi kecil tersebut. Itulah sebabnya, anak laki-laki perlu melihat ayahnya saat menjadi seorang pemimpin, mampu membuat keputusan yang tepat, tidak ragu dalam bertindak, serta kuat dalam menghadapi tantangan hidup. 

(BACA JUGA: 4 Akibat Cyberbullying)


Meskipun keluarga adalah organisasi kecil, namun di tempat inilah anak akan melihat, mempelajari, dan mencurahkan segala perasaanya ketika ia bertumbuh kembang.


ANAK LAKI-LAKI BUTUH KEHADIRAN AYAH

Ayah tidak hanya mengambil peran sebagai peran utama ketika harus mengambil rapor di sekolah. Atau ketika anak sedang merayakan ulang tahun. Sosok seorang ayah pun dibutuhkan ketika anak sedang belajar berbicara. Anda pasti dapat membayangkan bagaimana perasaan Anda saat si Kecil berhasil berbicara “ Ayah” atau “Papa” bukan “Mama”, kan?


Tak hanya itu, anak laki-laki juga akan mendapatkan pengalaman berbeda ketika sang ayah hadir di pertandingan bola pertamanya atau ketika ia berhasil mengendarai sepeda roda dua.


ANAK LAKI-LAKI BUTUH PUJIAN DARI AYAH

Jangan hanya memberikan kritikan saja. Anak butuh pujian dari ayah mereka. Menurut Dr Paul, pujian dari seorang Ayah merupakan pencapaian yang luar biasa bagi anak laki-laki.


Pujian yang dimaksud bukan berarti hanya pada saat si anak mendapatkan nilai baik di sekolah. Namun, pujian ketika anak tak segan membantu ibu, membuang sampah pada tempatnya, hingga mengucapkan "terima kasih". Pujian Anda bagaikan lagu terindah bagi telinga mereka.


(Anggia Hapsari, foto: Unsplash.com/ Les Anderson/ Stephen Isaiah/ Jon Kopriva/ Kelly Sikema )

 


You Might Also LIke