Stay in The know

ads

Motherhood

Penelitian Ini Mengungkapkan Kalau Anak Sulung Lebih Cerdas Dibandingkan Anak Bungsu

Penelitian Ini Mengungkapkan Kalau Anak Sulung Lebih Cerdas Dibandingkan Anak Bungsu


Konon anak pertama bukan hanya dieratkan dengan karakter lebih bijaksana dan dewasa, penilitian yang dilakukan oleh The Leipzig University, Jerman—yang melibatkan kurang lebih 20.000 siswa di sekolah—mengungkapkan hal lainnya berikutnya.

Para peneliti melakukan riset dan menemukan fakta kalau siswa yang merupakan anak sulung cenderung memiliki IQ yang lebih tinggi dan otak lebih cerdas dibandingkan dengan siswa yang merupakan anak bungsu. 

Julia Rohrer, ketua dari tim penelitian yang juga alumni The Leipzig University, mengatakan bahwa urutan kelahiran seseorang sangat memengaruhi karakter dan kemampuan otak seseorang. Alasan ini dikarenakan adanya perbedaan pendidikan dan pola asuh yang diberikan orangtua kepada anak-anak mereka. 

Orangtua biasanya lebih intens mengajari dan mendidik anak pertama mereka dibandingkan dengan anak kedua atau anak bungsunya. Alasan yang dikemukakan pun cukup masuk akal. Para orangtua dianggap masih memiliki konsentrasi penuh pada anak pertama mereka, sehingga fokus dan waktu mendidik pada anak pertama lebih banyak.  

Ya, dengan kata lain ketika sebuah keluarga memiliki anak lebih dari dua, secara tak langsung konsentrasi didikan orangtua akan terpecah kepada seluruh anak-anaknya. Belum lagi jika kondisi anak yang satu dengan yang lain berada dalam kegiatan yang berbeda. Misalnya sang kakak belajar, sementara sang adik sedang menyusui. Kebutuhan setiap anak yang berbeda akan membuat orang tua membagi perhatian dan waktunya.

Julia Rohrer mengatakan bahwa peran orangtua sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan otak dan karakter anak. Namun, selain faktor pola asuh, menurut Julia Rohrer faktor genetik ternyata berpengaruh cukup tinggi bagi perkembangan kecerdasan anak. Bagaimana pun anak yang lahir akan memiliki sifat yang mendekati karakter orangtuanya—tidak akan jauh bertolak belakang. 

Hasil dari penelitian ini mengajak para orangtua untuk sebisa mungkin selalu menyamakan pola asuh kepada semua anak-anaknya. Mungkin para orangtua tidak berniat membedakan, tapi secara tidak sadar tindakan yang mereka lakukan mengarah ke sana. Jadi, saatnya memberikan konsentrasi penuh yang adil pada anak-anak Anda, Glitzy.

(Elizabeth Puspa, Image: Corbis)

You Might Also LIke