×

Stay in The know

Motherhood

Panduan Menonton Televisi Bersama Anak

Panduan Menonton Televisi Bersama Anak
Shilla Dipo

Fri, 16 March 2018 at 11.55

Baca informasi ini dalam 50 detik.


Mendampingi anak saat beraktivitas merupakan tanggung jawab Anda sebagai orangtua, tidak terkecuali ketika mereka merengek untuk menonton televisi. Memang tidak ada salahnya, namun menonton televisi untuk anak-anak memang masih banyak diperdebatkan karena dampak positif dan negatif untuk tumbuh kembang anak. Sebagai orangtua yang bertanggung jawab, Anda harus memberikan solusi yang bijak agar anak dapat tetap menikmati tayangan televisi yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik. Berdasarkan jurnal penelitian “A Guide To Managing Television”  oleh Kyla Boyse yang dilansir melalui Med.umich.edu.com, GLITZMEDIA.CO akan memberikan panduan cara bijak untuk menata kegiatan menonton televisi bersama anak.


RENCANAKAN WAKTU MENONTON TELEVISI

Merencanakan waktu sebelum menyuguhkan anak tayangan televisi adalah salah satu cara menghindarkan mereka dari kecanduan. Buat jadwal teratur mengenai berapa lama durasi maksimal menonton televisi yang sesuai dengan kebutuhan anak, misalnya 1 - 3 jam. Perhatikan pula waktu yang tepat untuk menonton televisi misalnya setelah anak selesai belajar. Biasakan untuk tidak menyalakan televisi ketika jam makan dan malam hari saat anak mengerjakan PR. Peneliti menyarankan untuk memberikan sedikit kelonggaran waktu menonton televisi ketika hari libur tetapi lebih disiplin ketika hari sekolah. 



(Foto: Javi_indie/Freepik.com)


JAUHKAN TELEVISI SECARA ALAMI

Siasat untuk menjauhkan anak dari tayangan televise yang dapat membuat kecanduan adalah dengan membangun budaya keluarga yang sehat. Momen berbincang-bincang dengan anak sebagai agenda rutin dapat diterapkan untuk menghindarkan televisi sekaligus mempererat hubungan dengan mereka. Anda juga dapat mempertimbangan rencana piknik untuk membawa anak melihat dunia luar pada kesempatan di akhir pekan. Selain itu, jangan pernah gunakan televisi sebagai hadiah atas prestasi yang anak capai karena hanya akan merusak pola pikirnya. Anda juga sebaiknya tidak meletakkan televisi di kamar anak setidaknya hingga mereka memahami tentang literasi media. 

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke