×

Stay in The know

Motherhood

Menolak Adanya Rencana Kebijakan ‘Full Day School’, Para Artis Ini Angkat Bicara

Menolak Adanya Rencana Kebijakan ‘Full Day School’, Para Artis Ini Angkat Bicara
Saskia Damanik

Thu, 11 August 2016 at 23.00

Para artis ini menolak keras dan membuat petisi atas kebijakan full day school yang dicanangkan Menteri Pendidikan.

Pergantian Kabinet Kerja Presiden Jokowi belum lama terjadi, namun rencana perubahan dan kebijakan baru yang dibuat para menteri cukup menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Salah satu yang menimbulkan kontroversi, adanya perencanaan kebijakan baru yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang baru, Muhadjir Effendy yang pada akhirnya mengundang protes dari banyak pihak dalam beberapa hari ini. 

Sistem full day school merupakan kebijakan baru yang diusulkan oleh Menteri Muhadjir, di mana aturannya mewajibkan seluruh siswa dan siswi menempuh pendidikan dan pengajaran seharian penuh di sekolahnya. Muhadjir menginginkan para pelajar mendapatkan pendidikan formal selama setengah hari, dilanjutkan mengikuti beragam kegiatan ekstra kulikuler. Lebih lanjut Muhadjir hanya ingin memperpendek waktu pelajar di luar sekolahnya, menghindari pelajar membuang waktunya untuk hal-hal yang tidak berguna. 


Baru saja mengungkapkan pendapatnya tersebut, sebagian masyarakat--khususnya para orangtua--mentah-mentah menolak rencana kebijakan baru ini. Para orangtua berpendapat jika kebijakan ini hanya akan membebani pelajar termasuk para guru atau staf pengajar. Kebijakan Muhadjir dianggap memberatkan dan bukan solusi terbaik untuk menghindari terjadinya kasus-kasus buruk yang terjadi pada para pelajar di bawah umur yang sering terjadi belakangan ini.

Sejumlah selebriti yang berperan sebagai orangtua mengeluarkan petisi yang berisi penolakan rencana sistem pendidikan terbaru tersebut. “Sedih rasanya kalau ada orang yang bertugas membenahi pendidikan justru menilai pendidikan itu akan menjadi lebih baik kalau ditingkatkan jamnya, bukan kualitasnya. Apakah kita mau Indonesia penuh dengan anak-anak yang tidak mempunyai kesempatan belajar di waktu senggangnya? Di mana anak itu bisa explore dunia sekitarnya dengan sendirinya? Apakah kita mau Indonesia penuh dengan anak2 dan guru2 yang stress dan kelelahan?” ungkap Sophia Latjuba melalui akun Instagram-nya.


Tak berhenti sampai situ, Sophia pun memberikan satu pesan pendek kepada Presiden untuk tidak mendukung kebijakan yang dianggapnya merugikan tersebut. “Dear Mr. President, with all due respect, don't let political agendas interfere with your efforts to make our education system work for the sake of this country's future,” tambah Sophia yang memiliki dua putri.

Penyanyi Rossa juga sejalan dengan pendapat Sophia. Melalui akun Instagram-nya, ibu dari satu anak ini pun angkat bicara. “Lalu kapan waktu bersama orang tua dan keluarga? Mengenal lingkungan dan shalat bersama ibu bapak? Pendidikan bukan hanya formal, kasih sayang, cinta yang tulus dan rasa saling memilikilah yang membentuk individu. Kualitas pendidikan, bukan jam pelajaran seharian di sekolah,” ungkapnya.


Rencana kebijakan tersebut ternyata tidak hanya menjadi perhatian para orangtua. Artis Julia Perez pun ikut berkomentar melalui akun Twitter-nya. “Sebenernya bagus-bagus aja full school. Seperti banyak negera maju. Tapi masalahnya negara kita belum sampai di situ. Banyak yang masih tertingal. Kalau sekarang dengan metode yang belum sempurna dan guru-guru masih belum terpuaskan dengan apa yang seharusnya mereka dapat. Ntar dulu deh,” tulis Jupe.

Aksi protes yang cukup besar dari masyarakat membuat Muhadjir angkat bicara dan memberi penjelasannya. "Jika memang belum dapat dilaksanakan, saya akan menarik rencana itu dan mencari pendekatan lain," ujar Muhadjir seperti yang dilansir dari Tempo.co. "Masyarakat harus mengkritik gagasan ini, jangan keputusan sudah saya buat kemudian merasa tidak cocok. Soal anggaran, ini kan masih ide, kalau tidak disetujui, ya, tidak apa-apa," tutup Muhadjir. 

Apapun keputusannya, berharap pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang tepat sasaran namun tetap menyesuaikannya dengan aspirasi masyarakat demi pendidikan yang baik di tanah air tercinta ini.

(Elizabeth Puspa/Saskia Damanik, Images: Instagram & Twitter)

You Might Also LIke