Stay in The know

ads

Motherhood

Penyebab Mata Merah pada Anak yang Paling Sering Terjadi

Penyebab Mata Merah pada Anak yang Paling Sering Terjadi

Virus hingga alergi, adalah penyebab paling sering mata merah pada anak 

Durasi baca: 1 menit.


Hampir semua dari Anda pasti ada yang pernah mengalami mata merah. Mata merah ternyata tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Mata merah pada anak bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, mulai dari debu, kering, hingga  virus yang masuk ke area mata.


Berikut ini setidaknya ada tiga hal yang jadi penyebab mata merah pada anak. Tiga hal ini adalah yang paling sering terjadi. Sehingga penting bagi Anda untuk selalu mengawasi dan menjaga kesehatan mata si Kecil.

(BACA JUGA: Penyebab Bintik Hitam di Bola Mata)


ALERGI

Penyebab mata merah pada anak yang pertama adalah alergi. Alergi pada mata bisa terjadi ketika kekebalan tubuh anak menurun. Sehingga ketika ia bertemu dengan hal-hal yang membuat tubuhnya sensitif, seperti terkena debu, serbuk sari atau serbuk bunga, bulu binatang, bahan kimia tertentu dari mainan, dan lain sebagainya, mata merah merupakan salah satu bentuk reaksinya.


Maka dari itu, jika anak Anda memiliki kencenderungan alergi atau sensitif terhadap suatu hal, pastikan untuk menjaga lingkungannya untuk selalu steril. Supaya tubuhnya jadi terhindar dari gangguan kesehatan.




MATA LELAH

Penyebab mata merah pada anak yang kedua adalah mata lelah. Bu, Anda pasti paham bahwa anak zaman sekarang tidak bisa dijauhkan dari benda-benda elektronik. Seperti smartphone, komputer, tablet PC, dan lain sebagainya.


Sayangnya, benda-benda ini bisa menjadi salah satu penyebab mata merah pada anak. Karena, terlalu lama menatap layar, akan membuat kedua matanya lelah. Reaksi dari mata lelah ada beberapa hal. Mulai dari kedutan, pegal, hingga mata merah. Maka dari itu, pastikan untuk selalu membatasi waktu anak bermain dengan benda-benda elektronik demi menjaga kesehatan matanya.


GANGGUAN MATA KARENA VIRUS

Penyebab mata merah pada anak yang terakhir adalah karena terkena virus. Orangtua memang tidak sepenuhnya bisa mengontrol anak jika berhubungan dengan minat main. Bermain adalah salah satu kegiatan wajar yang sebetulnya wajib dijalani oleh semua anak-anak.


Bermain dapat membuat mereka belajar sekaligus mengasah gerak motorik dan otaknya. Sayangnya, tidak semua tempat bermain dapat terjamin kebersihannya. Anak yang bermain di taman misalnya, bisa saja tiba-tiba mengucek matanya sehingga terkena benda kotor. Benda kotor ini kemudian akan menyebabkan gangguan pada mata, atau biasa disebut dengan sakit mata.


Mata merah pada anak merupakan salah satu reaksi yang menunjukkan bahwa mata sedang dalam keadaan tidak baik. Sehingga pastikan untuk selalu menjaga kebersihan tubuh anak dan tempatnya bermain, agar ia bisa selalu sehat dan terus ceria.


(Andiasti Ajani, foto: janko ferlic, michael morse/pexels.com)

You Might Also LIke