Stay in The know

Motherhood

Kode Sexting: Orangtua Wajib Tahu!

Kode Sexting: Orangtua Wajib Tahu!

Waspadai kode-kode ini saat anak sedang main gadget!

Durasi Baca: 40 detik 


Eranya memang sudah berubah. Kini Anda perlu lebih waspada karena anak sudah bisa mencari teman dan berkomunikasi lewat bantuan media sosial. Beberapa aplikasi dari smartphone seperti Whatsapp hingga LINE memang membantu sarana komunikasi menjadi lebih mudah dan cepat.


Namun pernahkah Anda memerhatikan deretan komunikasi mereka yang seringkali penuh singkatan dan kode? Jika Anda sudah lama mengetahui MHO (In my Humble Opinion) dan YOLO (You Only Live Once), sekarang sebagai orangtua yang baik, sepertinya kita perlu mencari tahu tentang singkatan lain yang beredar di kalangan anak-anak.

(BACA JUGA: Dampak Positif dan Negatif pada Anak yang Bermain Gadget)


(Foto: Kidguard.com)


Bisa jadi Anda berpikir bahwa singkatan tersebut hanyalah sekedar kode lucu-lucuan saja. Namun tahukah Anda bahwa kode dan singkatan tersebut memiliki makna yang dapat membuat jantung Anda copot? 


9 dan CD9 : Parents are nearby

99         : Parents are gone

P911 : Parents Alert

WTTP : Want to trade picture?

MOS : Mom over shoulder

NIFOC : Naked in front of computer

IWSN : I want sex now

LH6          : Let’s have sex

PRON : Porn

KFY : Kiss for you

CU46 : See you for sex

LH6 : Let’s have sex

IPN         : I’m post naked

LIMRL : Let’s meet in real life

GYPO             : Get your pants

TDTM : Talk dirty to me

KOTL : Kiss on the lips

RUH : Are you horny?

4EAE : Forever and ever

PAW : Parents are watching

SUGARPIC : Suggestive or erotic photograph

SNSD : Send nudes show d*ck

Q2C          : Quick to cum 


Beberapa kode di atas masih sebagian kecil saja. Di dalam dunia sexting, ada berbagai emoji dan perpaduan emoji yang memiliki arti khusus untuk sexting. 


Jika Anda menemukan kode-kode di atas di dalam komunikasi anak saat menggunakan smartphone, jangan langsung menghardiknya. Tarik napas dalam terlebih dahulu dan ajak anak untuk lebih berkomunikasi terbuka dengan Anda. 


Menurut psikolog anak, Theresia Dwinata, komunikasi yang bersahabat dengan anak-anak memang lebih diperlukan pada era ini. “Sebisa mungkin, tempatkan diri Anda sebagai teman saat berkomunikasi dengan anak,” ujar Theresia. 


(Anggia Hapsari, foto: sheknows.com) 




Author:

You Might Also LIke