×

Stay in The know

Motherhood

Kenapa Anak Suka Menggigit Temannya? Ini Penjelasannya

Kenapa Anak Suka Menggigit Temannya? Ini Penjelasannya
Anggia Hapsari

Sat, 25 January 2020 at 09.02

Beberapa hal ini bisa membantu si Kecil tidak lagi melakukan kebiasaan ini.  

Durasi Baca: 55 detik 


Pernahkah Anda mengalami kejadian anak tiba-tiba menggigit teman saat bermain? Jangan langsung memarahinya, ya Bu! Memiliki anak batita memang susah-susah gampang. Sebagai orangtua, Anda harus dapat menjadi seorang pengamat dan pendengar yang baik.


Pada saat ini, umumnya batita masih belajar dan sulit mengungkapkan isi hatinya karena kendala komunikasi.

(BACA JUGA: Beberapa Sisi Positif dari Kepribadian Introvert) 


USAHA SI KECIL BERKOMUNIKASI 

Kebiasaan menggigit yang umumnya terjadi pada anak usia 12 -36 bulan ini merupakan bentuk komunikasi karena si Kecil masih memiliki kendala untuk berkomunikasi. Menurut Liza M. Djapri, selaku Psikolog, perilaku ini sebenarnya normal, tapi jangan dibiarkan begitu saja. 


Anda perlu menegurnya dan mengemukakan alasan yang dapat diterima oleh anak. Perilaku menggigit ini sering dinamakan sebagai chronic biting. Pada saat ini batita biasanya sedang mengalami penyesuaian sulit yang tidak sesuai dengan keinginannya. 



Contohnya, ia sedang dalam masa disapih atau kelahiran adik yang mengguncang zona nyaman si anak.  Sayangnya, ia tidak dapat mengomunikasikan dengan baik kondisinya tersebut. Yang dibutuhkan anak pada kondisi ini adalah perhatian ekstra dari orang tuanya. 


Jika anak mulai emosi dan menggigit, lakukan beberapa hal ini:  

TETAPLAH TENANG 

Tak perlu panik dan emosional. Tetaplah tenang menghadapi perilaku anak sambil mengajaknya berbincang dengan intonasi datar namun tegas.  


PERLAKUKAN SEMUA ANAK SAMA 

Siapapun penggigitnya, ucapkan kata “maaf”. Kata ini adalah satu-satunya kata yang mudah dimengerti si Kecil dan dapat meredakan emosinya.   


Ketika si Kecil digigit temannya, ucapkan,”Maaf ya, kalau kamu digigit dan terasa sakit,”. Sedangkan jika si Kecil menggigit temannya, ungkapkan, “Maaf ya, kalau kamu sangat marah hingga menggigit teman kamu,”.


Lanjutkan dengan pertanyaan, "Apa yang kamu rasakan sekarang?". Pertanyaan ini penting untuk memulai komunikasi dan membiarkan si Kecil bercerita tentang perasaannya. 

(BACA JUGA: Jangan Pernah Membandingkan Anak-Anak Anda)


KATAKAN DENGAN TEGAS 

Saat berbincang dengan si Kecil, ungkapkan alasan dengan kalimat yang tegas. Misalnya,”Kita tidak boleh menggigit ya. Digigit orang lain itu sakit. Kita hanya boleh menggigit makanan,”


Saat mendapati atau mendengar bahwa si Kecil sedang menggigit atau si Kecil sedang digigit, jangan lakukan beberapa hal ini: 


BERTERIAK DAN MEMUKUL ANAK 


Memberitahu anak sambil melakukan gerakan memukul akan memberikan pesan yang salah pada si Kecil. Jangan lakukan perilaku pura-pura menggigit untuk menunjukkan hal itu menyakitkan.  Anak-anak lebih mudah menyerap pesan visual dibandingkan dengan pesan verbal pada usia ini.  


MENGHUKUM DENGAN HUKUMAN EKSTREM 

Menghukum pada anak boleh saja dilakukan. Contohnya time out pada anak dengan memintanya duduk di kursi hukuman dengan jangka waktu yang dibutuhkan untuk menertibkan anak. 


Yang perlu diperhatikan saat melakukan time out adalah selalu akhiri dengan pelukan kasih, ucapan “maaf”, dan ucapan “i love you”. Jelaskan pada si Kecil alasan Anda melakukan time out tersebut. 


Jangan lakukan hukuman ekstrem seperti memukul, mencubit, atau menyetrapnya di dalam kamar mandi yang dibiarkan dalam kondisi gelap. Cara ini akan membuat si Kecil menjadi trauma.  

(Anggia Hapsari, foto: Todaysparents.com, unsplash.com/ Jordan Whitt/ Arwan Sutanto)


You Might Also LIke