Stay in The know

Motherhood

Kenali Faktor Risiko Penyebab Skoliosis Pada Anak

Kenali Faktor Risiko Penyebab Skoliosis Pada Anak

Mengenal Skoliosis yang rentan menyerang pada anak.

Durasi baca: 1 menit 10 detik.


Skoliosis merupakan kelainan pada rangka tulang belakang yang menyebabkan postur tubuh melengkung atau tidak proposional. Menurut Dr. dr. Ninis Sri Prasetyowati, Sp. KFR, selaku konsultan ahli dari Klinik Scoliosis Care, prevalensi skoliosis semakin tahun terus meningkat yaitu sekitar 3% di dunia dan 4 – 5% di Indonesia. Skoliosis dapat terjadi sejak balita dan kanak-kanak yaitu usia 0 – 3 tahun (infantile), 4 – 9 tahun (juvenile), 10 – 19 tahun (adolescent) dan lebih dari 19 tahun (adult). Progresivitas skoliosis terjadi pada umur 10 – 18 tahun. Artinya, sebagian besar penyakit ini mayoritas menyerang sejak masih anak-anak. Sebelum risiko tersebut semakin buruk, sebaiknya segera deteksi dan kenali faktor penyebab skoliosis pada anak seperti berikut.

(BACA JUGA: Sering Mengalami Sakit di Sekitar Tulang Belakang? Awas Skoliosis!)

(BACA JUGA: Latihan yang Cocok bagi Penderita Skoliosis)


KELAINAN IDIOPATIK

Skolisosis sebenarnya terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah skoliosis idiopatik. Kelainan ini biasanya tidak diketahui sebab akibatnya namun bersifat genetik. Penderita umumnya didagnosis saat mereka berusia remaja dan akan semakin parah seiring bertambahnya usia. Anak yang memiliki garis keturunan menderita skoliosis lebih berpeluang besar mengalami kelainan serupa karena faktor genetik.


KELAINAN KONGENITAL

Tipe kedua adalah skoliosis kongenital. Kelainan ini terjadi karena bawaan dari lahir semenjak bayi masih berada dalam kandungan. Biasanya bayi mengalami masalah pada tulang belakang pada tahap pertumbuhannya di dalam rahim. Akibatnya pembentukan tulang tidak sempurna yang menyebabkan anak terlahir dengan skoliosis kongenital. 

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke