Stay in The know

Motherhood

Kenali Faktor Penyebab & Risiko Penyakit Obesitas Pada Anak Sebelum Terlambat

Kenali Faktor Penyebab & Risiko Penyakit Obesitas Pada Anak Sebelum Terlambat

Jangan biarkan anak tumbuh dengan berat badan yang terlalu berlebihan. Kenali risiko dan penyebabnya ini.

Kasus obesitas pada anak akhir-akhir ini semakin marak terdengar, terlebih ketika mencuatnya kasus Arya Permana, yang mengalami kelebihan berat badan melebihi 180 kg, di usianya yang masih menginjak 10 tahun. Memiliki anak yang sehat dan bertumbuh besar memang menyenangkan, namun jika sudah melebihi kapasitas seperti kasus Arya, maka hal tersebut tidak dapat didiamkan saja.

(WAJIB BACA: 9 Cara Mencegah Obesitas Pada Anak Yang Berawal dari Peran Orangtua)

Sebagi orangtua, Anda harus tetap mengontrol pola hidup dan makan dari buah hati, sehingga ia tidak mengalami kenaikan badan yang signifikan dan berbeda dengan teman-teman seusianya. Untuk lebih lengkapnya, ada baiknya Glitzy Mom mengenal terlebih dahulu apa itu obesitas dan faktor penyebabnya.


Apa Itu Obesitas?

Anak dikatakan obesitas apabila mereka memiliki Body Mass Index (BMI) yang melebihi dari 95% lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak seusianya. BMI sendiri merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengetahui berat badan ideal pada seseorang, yakni dengan memperhitungkan berat badan, tinggi badan, usia, dan jenis kelamin. 

(WAJIB BACA: Ternyata Pola Asuh Yang Salah Dapat Menyebabkan Anak Mengidap Penyakit Jantung)

“If your child registers a high BMI-for-age measurement, your health care provider may need to perform further assessments to determine if excess fat is a problem. These assessments may include skinfold thickness measurements, plus evaluations of diet, physical activity, family history, and other appropriate health screenings. The doctor may also decide to screen for some of the medical conditions that can be associated with obesity,” kutip Helpguide.org.




Resiko Penyakit Akibat Obesitas

Obesitas pada anak hendaknya dapat Anda cegah, karena resikonya pun besar bagi kesehatannya. Seperti yang dilansir dalam Helpguide.org, anak yang obesitas akan mengalami resiko penyakit komplikasi seperti diabetes, hipertensi, sesak napas, tekanan mental atau depresi, hingga jantung. “Extra pounds put kids at risk of serious health problems, including diabetes, heart disease, and asthma. Overweight children are frequently teased and excluded from team activities, which can lead to low self-esteem, negative body image, and depression,” lansir situs tersebut.


Faktor Penyebab Obesitas

1. Pola Asuh Yang Salah

Saat anak lapar, banyak orangtua yang khawatir dan memanjakan anaknya dengan memberikan segala asupan makanan sesuai dengan permintaan buah hatinya. Padahal, gaya hidup yang salah akan membentuk kebiasaan pola makan anak menjadi tak sehat. “Although weight problems run in families, not all children with a family history of obesity will be overweight. Children whose parents or brothers or sisters are overweight may be at an increased risk of becoming overweight themselves, but this can be linked to shared family behaviors such as eating and activity habits,” lansir Webmd.com.


2. Faktor Genetik dan Hormonal

Genetik dan hormonal menjadi salah satu penyebab anak mengalami obesitas, namun faktor ini tidak dapat dikatakan paling akurat. Menurut Webmd.com, genetik sebenarnya lebih disebabkan karena pola asuh yang salah—seperti yang telah disebutkan pada poin satu. “Although weight problems run in families, not all children with a family history of obesity will be overweight. Children whose parents or brothers or sisters are overweight may be at an increased risk of becoming overweight themselves, but this can be linked to shared family behaviors such as eating and activity habits”.




3. Pola Makan Yang Tidak Memenuhi Standar

Jangan pernah malas memasak. Sebagai orangtua, Anda kerap kali menyajikan masakan yang tidak terlalu sulit dibuat dan cepat saji. Alhasil, asupan nutrisi, protein, dan seratnya pun tak tercukupi. “A poor diet containing high levels of fat or sugar and few nutrients can cause kids to gain weight quickly. Fast food, candy, and soft drinks are common culprits,” tulis U.S. Department of Health & Human Services (HHS).

(BACA JUGA: 9 Cara Unik Untuk Membuat Sarapan Sehat & Lezat Untuk Anak-Anak)


4. Pola Tidur Tidak Teratur

Menjaga pola tidur tetap teratur tidak hanya berdampak baik untuk kesehatan, tetapi juga sangat berpengaruh pada kenaikan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang sering tidur larut malam lebih mudah mengalami obesitas. “Kids who sleep less than the recommended amount of about 13 hours a day at age 2 are more likely to be obese at age 7. One reason: Fatigue alters the levels of appetite-regulating hormones,” tulis studi yang dimuat dalam jurnal Archives of Disease in Childhood.


5. Kurangnya Aktivitas Fisik

Orangtua yang membatasi anak bermain di luar rumah akan semakin membuat mereka malas untuk bergerak. Hal ini menyebabkan penimbunan lemak, sementara kalori yang terbakar tidak ada sama sekali. “Not enough physical activity can be another cause of childhood obesity. People of all ages tend to gain weight when they’re less active. Exercise burns calories and helps you maintain a healthy weight. Children who aren’t encouraged to be active may be less likely to burn extra calories through sports, time on the playground, or other forms of physical activity,” tulis Healthline.com.

(Elizabeth Puspa, Image: Berbagai Sumber)

Author:

You Might Also LIke