×

Stay in The know

Motherhood

Kebiasaan Negatif Anak yang Sering Dianggap Sepele Orangtua

Kebiasaan Negatif Anak yang Sering Dianggap Sepele Orangtua
Elizabeth Puspa

Tue, 19 June 2018 at 18.04

Hindari kebiasaan negatif ini demi tumbuh kembangnya.

Durasi baca: 1 menit 20 detik.


Mungkin Anda pernah melihat seorang anak nangis sekencang-kencangnya, sambil berteriak, dan terduduk di lantai di sebuah pusat perbelanjaan. Sedangkan orangtuanya hanya membiarkan si anak puas menangis dengan alasan nanti kalau capek akan diam sendiri. Sebenarnya sifat buruk seorang anak itu harus diatasi bukan dibiarkan begitu saja. Anak yang menginjak usia 2 – 5 tahun akan mulai mengalami gejolak emosi dan perubahan tingkah laku. Berikut beberapa perilaku negatif yang wajib Anda ubah supaya kebiasaan buruk tidak berlanjut hingga anak dewasa.

(BACA JUGA: Pola Asuh Keras Berpengaruh Buruk Bagi Perkembangan Moral Anak) 


MENANGIS TANPA HENTI

Biasanya, ketika anak tidak menemukan jalan keluar, tangisanlah yang dianggap menjadi solusi untuk mencari perhatian dari orang tua atau orang terdekatnya. Saat permintaan anak tidak dituruti tangisan diandalkan menjadi satu bentuk pemaksaan. Biasakan untuk menjelaskan alasan dan melarang atau menolak keinginannya. Jangan mendiamkannya, karena membuatnya menangis tanpa henti.

(BACA JUGA: Cara Tepat Menghadapi Anak Tantrum) 

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke