Agar tumbuh kembang anak dapat optimal, Anda pun perlu membatasi penggunaan gadget dengan pedoman ini. 

Durasi baca: 1 menit


Penggunaan gadget dikalangan anak semakin merajalela dan memprihatinkan. Hal tersebut terlihat dari data yang disebarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KOMINFO). Data itu menjelaskan setidaknya terdapat 30.000 anak dan remaja di Indonesia menggunakan internet dan media digital atau sekitar 80% dari mereka sudah terpapar oleh penggunaan gadget sehari-hari. 


Fenomena ini tidak hanya terjadi di kota besar seperti Jakarta tetapi juga di luar pulau Jawa seperti Maluku hingga Papua Barat.  Menurut jurnal "Child Development" yang ditulis oleh University of Cardiff, anak-anak berusia 2 – 5 tahun kini sudah sangat bebas menggunakan gadget bahkan mereka telah memiliki akun media sosial pribadi. 


BATASI PENGGUNAAN GADGET ANAK MAKSIMAL DUA JAM SEHARI

American Academy of Pediatrics (AAP), menyarankan, orangtua wajib memberikan batasan penggunaan gadget pada anak sedini mungkin. Menurut AAP anak hanya boleh bermain gadget maksimal 1 – 2 jam per harinya dan tidak melebihi batasan tersebut. Tujuannya untuk menunjang tumbuh kembang anak baik secara fisik, mental serta psikologisnya.  


Peraturan tersebut berlandaskan hasil riset yang telah mereka lakukan terhadap 20.000 orangtua dan anak. Mereka menemukan anak yang menggunakan gadget lebih dari 2 jam sehari cenderung memiliki tingkat emosional tinggi, terbatasnya ruang lingkup sosial dan munculnya sikap agresif pada anak tersebut. 


SEBAIKNYA GADGET DIBERIKAN PADA USIA ANAK MINIMAL 5 TAHUN

Pemakaian gadget juga hanya boleh Anda berikan saat anak sudah menginjak usia 5 tahun ke atas dan tetap dalam pantauan orangtua—bukan hak milik pribadi. 


Selain terganggunya kesehatan mental dan psikologis anak, mereka yang menggunakan gadget secara aktif rentan mengalami gangguan kesehatan sejak kecil, di antaranya sakit mata hingga kerusakan sistem otak. Paparan radiasi dan sinar biru di dalam layar kaca dapat menjadi pemicu penyebab awal penyakit tersebut. 


TETAP DI BAWAH PENGAWASAN ORANGTUA

Orangtua yang memberikan akses untuk menggunakan gadget pada anak sebaiknya tidak meninggalkan mereka bermain sendiri. Anda tetap harus mendampinginya, bahkan memantau media sosialnya. 


Kasus bullying yang semakin tinggi menjadi salah satu alasan mengapa Anda harus memerhatikan segala gerak-gerik yang anak lakukan baik dalam kehidupan nyata atau maya. 

(Agnes Priscilla, foto: GLITZMEDIA.CO, unsplash.com/ )