Stay in The know

ads

Motherhood

Ini Dampak Buruk Jika Sering Membentak Anak

Ini Dampak Buruk Jika Sering Membentak Anak

Membentak anak secara tidak langsung dapat merusak kesehatan mental anak. Simak informasinya berikut ini.

Durasi baca: 50 detik.


Apa yang Anda lakukan ketika anak mulai berulah? Biasanya orangtua akan hilang kesabaran sehingga mudah kesal dan marah. Wajar saja jika hal ini terjadi, namun perlu diingat, jangan membentaknya, ya. Secara tidak langsung dengan Anda mengeluarkan bentakan yang disertai emosi bisa berdampak buruk pada kesehatan mental seorang anak.

(BACA JUGA: Cara Tepat Menghadapi Anak Tantrum)


Inilah dampak buruk yang akan terjadi pada anak ketika Anda sering membentaknya.


KEHILANGAN RASA PERCAYA DIRI

Percaya diri pada anak seharusnya ditingkatkan bukan malah dihilangkan. Dengan Anda sering membentak secara perlahan akan mengikis rasa percaya diri pada anak. Kepercayaan diri tidak hanya berkaitan dengan kemampuan anak, tetapi juga inisiatifnya. Nantinya anak bisa tumbuh menjadi anak yang pemalu, tertutup, gugup, dan mudah takut.




MUDAH CEMAS

Rasa cemas akan mulai muncul ketika Anda sering membentak anak. Ia akan selalu merasa takut berbuat salah dan dimarahi oleh Anda. Bahkan nantinya tidak jarang ia menyembunyikan sesuatu atau berbohong pada Anda. Tidak hanya itu, ia akan takut untuk membuat keputusan ataupun mengeluarkan pendapat.

(BACA JUGA: Kenali Ciri-Ciri Anak Tantrum)


TRAUMA

Tahukah Anda? Anak akan mengingat kejadian-kejadian yang ia alami sewaktu kecil hingga beranjak dewasa. Termasuk ketika ia menerima bentakan dan teriakan kasar dari Anda. Hal tersebut akan terus tertanam di kepalanya dan membuat ia trauma, seperti takut mendengar suara keras atau enggan berinteraksi dengan orang lain.


Marah ataupun emosi memang wajar dan manusiawi terjadi, namun Anda perlu mengontrolnya. Jika anak berbuat salah atau sedang berulah, berikan pengertian atau penjelasan dengan cara yang mudah dipahami anak. Hal ini tentu bertujuan agar energi Anda tidak terbuang sia-sia dan anak dapat paham apa yang Anda maksud. Yuk, kontrol emosi kita sebaik mungkin.


(Mondials Anindhita, foto: Freepik.com/peoplecreations/Prakasit Khuansuwan)

You Might Also LIke