×

Stay in The know

Motherhood

Ini Alasan Orangtua Melakukan Helicopter Parenting

Ini Alasan Orangtua Melakukan Helicopter Parenting
Shilla Dipo

Wed, 17 January 2018 at 19.36

Beberapa penyebab orangtua melakukan helicopter parenting.

Durasi baca: 1 menit.


Helicopter parenting merupakan istilah untuk orangtua yang sangat memperhatikan pengalaman dan masalah anak-anaknya. Istilah helikopter diberikan karena orangtua dianggap selalu melayang-layang di sekitar anaknya untuk selalu mengawasi. Jika terjadi sesuatu, orangtua selalu berharap menjadi sosok pertama yang membantu. Orangtua yang menerapkan pola pengasuhan ini memiliki kecemasan berlebih kepada keadaan anaknya, takut jika anaknya tidak bisa hidup tenang dan bahagia karena tidak bisa menghadapi suatu hal. Ini yang membuat orangtua ikut campur dalam berbagai hal kehidupan anak seperti mengerjakan PR atau melaporkan kepada guru kelas bahwa ada anak kelas yang menyakiti anaknya. Jangan sampai anaknya mengalami hal buruk dalam hidupnya.  


Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1969 oleh Dr. Haim Ginott dalam bukunya “Between Parent & Teenager” sebagai ungkapan yang diucapkan oleh seorang remaja kepada ibunya yang selalu melayang di atasnya seperti helikopter. Menurut penulis buku “How to Raise an Adult: Break Free of The Overparenting Trap and Prepare Your Kids for Success”, Julie Lythcott-Haims pola helicopter parenting memiliki tiga jenis, yaitu over protective (terlalu menjaga), over directive (merasa paling tahu kebutuhan anak), concierge (selalu ingin membuat hidup anak menjadi mudah). 


Meskipun memiliki dampak negatif di jangka panjangnya, pasti ada alasan mengapa para orangtua melakukan helicopter parenting.  Berikut penjelasan singkat alasan orangtua melakukan pola pengasuhan tersebut, hasil rangkuman GLITZMEDIA.CO.



(Foto: Mojpe/Pixabay.com)

You Might Also LIke