×

Stay in The know

Motherhood

Ini 3 Aturan Penting Menjelaskan Alat Kelamin pada Anak

Ini 3 Aturan Penting Menjelaskan Alat Kelamin pada Anak
Anggia Hapsari

Sat, 25 January 2020 at 08.01

Tak perlu memberi kata kiasan, ucapkan dengan nama sebenarnya saat anak bertanya tentang alat kelaminnya. 

Durasi baca: 1 menit 


Tidak sedikit orang tua yang merasa tabu atau risih saat membicarakan organ reproduksi termasuk alat kelamin pada anak. Sehingga saat anak bertanya tentang nama alat kelamin, orangtua menggunakan istilah lain untuk menjelaskannya pada anak.  


Alat kelamin laki-laki seringkali mendapat sebutan ‘burung’ agar terdengar lebih sopan. Sedangkan alat kelamin perempuan disebut sebagai ‘bulan’. Padahal menjelaskan nama alat kelamin pada anak adalah hal yang penting. 


Tujuannya untuk melatih anak lebih terbuka, tidak menganggap alat kelaminnya sebagai suatu hal tabu, serta menghindarkan anak dari ancaman kekerasan seksual. 


Ketika anak mulai bertanya tentang alat kelaminnya, sebaiknya Anda melakukan beberapa cara berikut saat menjelaskan nama alat kelamin pada anak.  

(BACA JUGA: Hindari 4 Kesalahan ini Saat Melakukan Toilet Training pada Anak)


GUNAKAN SEBUTAN YANG TEPAT 


Alat kelamin adalah bagian tubuh. Gunakan istilah anggota tubuh yang benar untuk anus, vagina, dan penis sama halnya dengan bagian tubuh lain seperti mulut, siku, kaki, dan sebagainya. Tidak perlu diberi bahasa kiasan.


Pemberian sebutan yang benar membantu anak memahami bagian tubuh mereka. Sehingga saat bagian tubuh tersebut sakit atau infeksi, mereka bisa memberitahu orangtua atau dokter dengan baik. 


JANGAN GUNAKAN KATA PENGGANTI 

Seperti yang sudah dibicarakan di atas, sebisa mungkin hindari menggunakan kata pengganti pada alat kelamin. Penggunakan kata pengganti terhadap alat kelamin pada anak secara tak sadar menanamkan rasa mual, arti yang tidak sopan, dan menjijikkan terhadap bagian tubuh tersebut. 



Padahal anak perlu menyayangi alat kelaminnya sama seperti anggota tubuhnya yang lain. Tanamkan juga padanya bahwa alat kelamin tersebut bersifat pribadi sehingga tidak boleh diumbar. Hanya orang tertentu saja yang boleh memegangnya yaitu dirinya sendiri, orangtua, atau pengasuh terpercaya orangtua. 


Itulah sebabnya, Anda perlu mengajarkan anak untuk lebih mandiri saat buang air, terutama buang air kecil, sejak dini. Dengan mengetahui nama alat kelamin, anak bisa berkomunikasi bila bagian tersebut disentuh dengan tidak tepat.  


GUNAKAN DALAM BAHASA SEHARI-HARI

Agar anak dan orangtua sama-sama terbiasa menggunakan istilah yang benar, sebaiknya gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih baik memberitahukan anak tentang nama alat kelamin daripada mereka harus mencari tahu sendiri nama bagian tubuh tersebut di internet atau bertanya pada teman. 


Dengan memberikan informasi yang benar, orangtua berarti sudah memberikan pendidikan seks sejak dini. Anak bisa menjaga kesehatan organ reproduksi dan tahu bagaimana menjaga kebersihannya.  

(Anggia Hapsari, foto: unsplash.com/ Chayene Rafaela/ Franck V)


You Might Also LIke