Stay in The know

Motherhood

Waspadai 4 Tipe Kerusakan Gigi Anak

Waspadai 4 Tipe Kerusakan Gigi Anak

Inilah 4 tipe kerusakan gigi pada anak.

Durasi Baca: 45 detik


Kerusakan gigi memang rentan terjadi pada anak. Hal ini disebabkan oleh kegemaran makan makanan manis dan pengaruh formula susu yang dikombinasikan dengan asam saliva. Kondisi tersebut tidak dibarengi dengan kebiasaan anak untuk menjaga kebersihan gigi. Akibatnya terjadi kerusakan gigi pada anak seperti keropos dan kondisi gigi gigis

(BACA JUGA: Mewaspadai Karies Gigi pada Anak karena Susu)


Ternyata, masalah gigi anak tidak hanya masalah keropos dan gigis. Ada beberapa masalah lain yang perlu diwaspadai seperti: 


GIGI BERLUBANG

Kerusakan gigi yang sering dialami anak-anak adalah gigi berlubang. Penyebab gigi berlubang adalah sisa makanan yang ada di sela-sela gigi dan membuat gigi berlubang. Kerusakan gigi ini ditandai dengan gigi terasa nyeri, dan bintik putih atau kuning pada permukaan gigi. 


Segera perika gigi anak jika timbul tanda seperti di atas. "Jika tidak dirawat secara tuntas, gigi berlubang akan memengaruhi kondisi syaraf gigi pada anak. Jika terjadi, proses perawatan gigi berlubang akan lebih rumit dan membuat anak tidak nyaman," ujar drg Intan dari Caritas Dental. 


PLAK GIGI

Sisa makanan atau susu yang menempel pada gigi akan mengeras dan berubah menjadi karang gigi. Plak gigi menyebabkan bau mulut, gigi kuning, dan berlubang. Oleh karena itu, selalu ajari anak untuk membersihkan gigi hingga tidak ada sisa makanan yang menempel pada gigi. 


Kerusakan gigi yang umum adalah gigi keropos atau gigis. Biasanya pengeroposan dialami oleh balita yang tidur menggunakan dot, menyebabkan sisa susu menempel pada sela-sela gigi anak. Bakteri dan asam yang melekat akan membuat gigi anak berlubang dan keropos. 


RADANG GUSI 

Radang gusi atau gingivitis merupakan salah satu kerusakan gigi pada anak. Masalah gigi ini ditandai dengan gusi bengkak atau gusi berdarah saat sikat gigi. Biasanya radang gusi disebabkan karena perawatan gigi dan ekosistem mulut yang tidak maksimal. 


Gingivitis menyebabkan rasa tidak nyaman dan rasa sakit. Oleh karena itu, Anda sebaiknya membiasakan anak untuk menjaga kesehatan gigi agar terhindar dari kerusakan gigi.


GIGI TETAP MULAI TUMBUH

Ada masanya gigi susu akan tanggal dan digantikan oleh gigi tetap. Biasanya, gigi anak akan goyang dan copot dengan sendirinya. Anda dapat bernapas lega jika proses ini terjadi secara alami.


Yang perlu diperhatikan adalah jika gigi tetap mulai tumbuh, namun gigi susu belum juga tanggal. Biasanya gigi tetap ini akan tumbuh di belakang gigi susu. "Anda perlu berkunjung ke dokter gigi untuk melakukan tindakan cabut gigi. Gigi belakang yang tumbuh tanpa penanggalan gigi susu dapat menyebabkan risiko gigi anak berantakan, mudah terjadi plak gigi, dan gigi bolong," jelas drg. Intan lebih lanjut.


(Anggia Hapsari, foto: Unsplash, Kodomo, Oral B)

Author:

You Might Also LIke