×

Stay in The know

Motherhood

Eksklusif: Dewi Semarabhawa Berbagi Tip Untuk Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus

Eksklusif: Dewi Semarabhawa Berbagi Tip Untuk Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus
Saskia Damanik

Sat, 23 July 2016 at 08.25

Ibu dari Abhy—anak pengidap autisme—berbagi cara mengasuh anak berkebutuhan khusus.

Menjadi ibu bukanlah peran yang mudah untuk dilakukan. Setiap orangtua wajib membekali anak agar kelak mereka menjadi sosok yang mandiri dan dapat berbaur di lingkungan sosial. Peran ini pun semakin menantang ketika Anda dianugerahi anak berkebutuhan khusus, seperti yang dimiliki oleh Dewi Semarabhawa (BACA: Selamat Hari Anak Nasional, Dari Abhy, Anak Penyandang Autis, Untuk Indonesia).

“Banyak tantangah yang harus dihadapi saat memiliki anak berkebutuhan khusus. Berbagai tekanan dari lingkungan sosial hingga keluarga, ditambah dengan kondisi anak yang memang membutuhkan perhatian khusus menjadi keseharian yang harus dihadapi. Namun, hal ini tak boleh membuat saya menyerah,” ucap Dewi saat ditemui GLITZMEDIA.CO. Pada kesempatan itu, ia pun berbagi tip untuk mengasuh anak berkebutuhan khusus. Berikut penjelasannya.

Berhenti Bekerja

“Meski tak semua orang bisa melakukannya karena kebutuhan tiap rumah tangga berbeda, namun saya sarankan supaya ibu berhenti bekerja formal,” ujar wanita berusia 50 tahun ini. Jika memungkinkan, sebaiknya Glitzy Mom berhenti bekerja formal dan memilih untuk banyak menghabiskan waktu bersama anak.


Dokumentasikan Perkembangannya

“Anak pertama saya selalu membantu dalam pendokumentasian ini. Setiap perkembangan Abhy (anak bungsu Dewi yang mengidap autisme), selalu kami dokumentasikan,” jelas Dewi. Hal ini tak hanya bermanfaat bagi anak, namun juga menjadi motivasi bagi orangtua untuk terus berjuang dan membantu anak untuk kian berkembang. “Setiap hilang harapan, cobalah untuk kembali melihat sejauh mana perubahannya dari waktu ke waktu,” sarannya.



Berikan Kepercayaan

“Abhy nggak akan nyaman kalau saya duduk di dekatnya, terutama di lingkungan umum. Untuk menyiasatinya, saya akan duduk agak jauh, namun tetap mengawasinya,” kata Dewi. Baginya, hal ini membuat anak nyaman dan dapat mengeksplorasi potensinya. “Selama tak membahayakan diri dan orang lain, biarkan ia berkreasi,” tambahnya.


Kerjasama Keluarga

“Sebagai orangtua, kita yang punya tanggung jawab untuk menjelaskan kondisi anak pada lingkungan—termasuk keluarga. Kerjasama keluarga sangat dibutuhkan untuk membantu tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus,” ujar ibu dari Dera dan Abhy ini. Setiap keluarga harus bekerjasama untuk melindungi sekaligus membantu anak berkebutuhan khusus agar kelak ia dapat diterima oleh lingkungan masyarakat.



(Sosok Dewi Semarabhawa di tengah wawancara bersama GLITZMEDIA.CO)


Membuat Edukasi Sosial Yang Mendalam

“Kalau anak secara umum dapat belajar dengan sendirinya, tapi tidak untuk anak berkebutuhan khusus. Harus ada penjelasan mendalam mulai dari tata cara berperilaku, hingga step by step dalam melakukan banyak hal, bahkan mencuci tangan. Berikan mereka pengetahuan, mana yang sifatnya merupakan privasi dan mana yang bukan,” papar Dewi.


Jangan Berlebihan dalam Menunjukkan Reaksi

“Saat ia menang kompetisi, saya biasanya hanya mengatakan, ‘selamat ya, Bhy. Abhy bagus tadi’. Tak perlu menunjukkan rasa terlalu senang saat ia berprestasi, atau sedih saat ia mengalami kegagalan,” tambah Dewi. Hal ini perlu dilakukan agar anak tidak terlalu fokus pada hasil, melainkan proses. “Ini untuk menjaganya agar tak kecewa saat mengalami kegagalan,” lanjut Dewi.


Berikan Kegiatan

“Saya pernah bertemu dengan orangtua yang anaknya autisme juga. Usia anaknya sudah 32 tahun, namun tak bisa mengontrol dirinya. Saat marah, ia bisa ‘menghancurkan’ isi rumah. Padahal, ia sempat bisa beradaptasi dengan baik. Setelah berbicara dengan orangtuanya, ternyata kemunduran perilaku ini terjadi ketika anaknya banyak menganggur dan tak ada kesibukan. Kegiatan positif, seperti musik atau hobi lainnya dapat membantu anak untuk bisa menyalurkan semua emosinya, sehingga lebih terkendali,” tutup Dewi.

WAJIB BACA: Eksklusif: Curhat Seorang Ibu Yang Berjuang Mengasuh Anaknya dengan Kebutuhan Khusus

(Shilla Dipo, Wawancara: Shilla Dipo & Elizabeth Puspa, Images: GLITZMEDIA.CO)

You Might Also LIke