Stay in The know

ads

Motherhood

Dokumen Penting yang Harus Dimiliki Anak

Dokumen Penting yang Harus Dimiliki Anak

Ini dokumen penting yang harus dimiliki anak selain akta kelahiran dan kartu keluarga.

Durasi baca: 50 detik


Tidak hanya orangtua, anak-anak juga memerlukan beberapa dokumen penting yang harus dimiliki anak untuk menunjang aktivitas mereka. Bila beberapa tahun lalu anak baru mendapatkan dokumen penting setelah usia tertentu, namun sekarang anak sudah harus mendapatkan dokumen mereka sendiri sejak dini. 


Bukan hanya terbatas pada akte kelahiran dan identitas diri, anak juga perlu memiliki berbagai dokumen pribadi lain untuk memudahkan mereka di masa yang mendatang. Mulai dari keperluan sekolah, untuk pekerjaan, untuk mendapatkan perlindungan, dan lain sebagainya.

(BACA JUGA: Benarkah Pernikahan dapat Mencegah Depresi?


Luangkan waktu untuk mengurus berbagai dokumen penting untuk anak karena dokumen tersebut tidak serta merta langsung dipenuhi oleh negara. Anda harus mengurus terlebih dahulu dengan melampirkan atau mengajukan beberapa persyaratan.


Berikut adalah beberapa dokumen yang perlu dimiliki oleh anak: 


AKTA KELAHIRAN

Pada saat anak lahir, sebaiknya Anda dan pasangan harus segera mengurus akta kelahiran anak secepat mungkin. Dokumen ini merupakan bukti sah status dan peristiwa kelahiran anak Anda yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

(BACA JUGA: Kado untuk Bayi Baru Lahir)




Akta Kelahiran merupakan dokumen dasar terpenting untuk mengurus dokumen penting  lainnya. Seperti Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, syarat administrasi untuk pendaftaran sekolah, ijazah sekolah, mendaftar pekerjaan, hingga mengurus hak dana pensiun. 


Secara resmi, tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk pembuatan surat Akta Kelahiran. Kecuali jika terlambat lebih dari 60 hari untuk mendaftarkan anak Anda.  Umumnya Anda akan dikenakan denda sesuai dengan ketentuan area domisili Anda. 


KARTU KELUARGA

Kartu ini merupakan kartu yang dikeluarkan oleh Kelurahan yang memuat data jumlah, hubungan, dan susunan keluarga Anda. Jika Anda sudah menikah dan berkeluarga, wajib memiliki KK. 


Setelah Anda mendata keluarga, dokumen ini akan dicetak rangkap 3 untuk dibagikan kepada kepala keluarga Anda, ketua RT, kantor Kelurahan, serta suku dinas.


Yang tak kalah penting, jika terjadi perubahan anggota keluarga seperti kelahiran anak, pernikahan anak, hingga kematian anggota keluarga, Anda perlu melaporkan perubahan KK tersebut. 


Lakukan paling lambat 14 hari kerja terhitung dari terjadinya perubahan dalam anggota keluarga Anda. 


KARTU IDENTITAS ANAK

Batas usia minimal untuk mempunyai kartu identitas adalah 17 tahun. Namun beberapa tahun terakhir, pemerintah mengeluarkan peraturan bila anak di bawah usia 17 harus mempunyai Kartu Identitas Anak atau KIA. Kartu ini sangat penting untuk digunakan saat anak melakukan perjalanan atau juga untuk urusan sekolah. 


PASPOR

Dokumen penting selanjutnya adalah paspor. Tidak peduli batasan usia, setiap warga negara yang akan keluar negeri harus mempunyai paspor, termasuk anak-anak. Bila Anda berencana keluar negeri, Anda tentu harus membuatkan paspor anak sebagai identitas mereka. 


(Foto: zuperkit.com.au)


Dilansir dari imigrasi.go.id tentang Paspor Biasa dan Surat Perajalanan Laksana Paspor, permohonan paspor biasa dapat diajukan oleh Warga Negara Indonesia di wilayah atau di luar wilayah Indonesia. Bentuk paspornya berupa paspor biasa dan paspor biasa elektronik yang dapat diajukan secara manual ataupun elektronik.

(BACA JUGA: Persiapkan Hal ini Saat Mengajak Anak Naik Pesawat)


Masa berlaku Paspor biasa paling lama 5 tahun sejak tanggal diterbitkan. Biaya yang perlu Anda persiapkan adalah  Rp100.000 untuk paspor biasa 24 halaman, Rp 300.000 untuk paspor biasa 48 halaman, serta Rp 600.000 untuk paspor biasa elektronik (e-passport).


Bila tidak mempunyai dokumen-dokumen penting diatas, Anda akan mengalami kesulitan saat melakukan perjalanan dengan anak. Jangan ragu untuk mengurus semuanya jauh-jauh hari sebelum dibutuhkan sehingga Anda tidak kerepotan. Jadi, jangan anggap sepele ya dokumen penting anak-anak karena hal tersebut sudah menjadi hal wajib bagi mereka. 


(Anggia Hapsari, foto: Pexel.com/Pixabay)

You Might Also LIke