×

Stay in The know

Motherhood

Hati-hati, Ada 4 Dampak Negatif Jika Anak Sering Tidur Larut Malam

Hati-hati, Ada 4 Dampak Negatif Jika Anak Sering Tidur Larut Malam
Mondials Anindhita

Mon, 20 January 2020 at 18.06

Apabila anak terbiasa tidur larut malam atau begadang, ada risiko yang akan mengintainya. Ini dia.

Durasi baca: 50 detik.


Selama dua tahun pertama kehidupan si Kecil, Anda harus siap begadang untuk menemani mereka bermain hingga larut malam. Kondisi tersebut sebenarnya sangat wajar jika tidak setiap hari, karena jika hal ini kerap dilakukan, maka bisa berdampak buruk bagi perkembangan psikis maupun psikologis anak.

(BACA JUGA: 6 Tips Efektif Mendidik Anak Agar Menjadi Pribadi yang Luar Biasa Positif)


Penyebab anak begadang sebenarnya terjadi karena beberapa faktor, contohnya tidur siang yang terlalu lama, lebih dari satu jam terkadang bisa membuat si Kecil menjadi aktif ketika malam hari.


Oleh karena itu, segera benahi pola tidur anak agar kebiasaannya tidur larut malam atau begadang tidak memicu terjadinya risiko berikut ini.


PERILAKU AGRESIF

Anak yang terbiasa begadang pada umumnya menujukkan perilaku agresif. Ketika tidur, tubuh anak akan mengeluarkan hormon endorphin yang membuat dirinya merasa nyaman dan bahagia.


Sebaliknya, jika si Kecil tidak mendapatkan jam tidur yang berkualitas selama 8 jam, maka tubuhnya akan memproduksi hormon adrenalin, yang membuat emosinya tidak stabil dan cenderung emosional, karena harus menahan rasa ngantuk pada saat siang hari di sekolah.


KOGNITIF TERHAMBAT

Saat anak sudah duduk di bangku sekolah, maka kebiasaan begadang bisa berpengaruh besar terhadap perkembangan kognitifnya. Mereka akan sulit berkonsentrasi dan tidak fokus untuk menyerap materi pelajaran karena fungsi otaknya, tidak dapat bekerja dengan maksimal.


Alhasil, nilai pelajarannya pun cenderung menurun, akibat kelelahan dan sering terlelap di jam sibuknya.



(Foto: Freepik.com)


DAYA TAHAN TUBUH MENURUN

Kurang tidur tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga kesehatannya. Saat mereka menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tubuh yang tidak fit dan cenderung kelelahan, hal ini bisa membuat daya tahan tubuhnya terus menurun.


Akibatnya, sang anak akan lebih mudah terserang penyakit flu, batuk, demam, hingga memperburuk sistem kerja organ tubuh lainnya.


MENUTUP DIRI

Anak yang kurang tidur akan memanfaatkan jam istirahat di sekolahnya untuk terlelap sementara. Bahkan, mere enggan bermain dengan rekannya dan melupakan bekal yang Anda bawakan. Sehingga, hubungan pertemannya pun dapat terhambat, karena mereka cenderung menutup diri dari lingkungan sekitar. 


(Elizabeth Puspa/Mondials Anindhita, foto: Freepik.com)

You Might Also LIke