Stay in The know

Motherhood

Cegah Penularan Hepatitis Pada Ibu Hamil dan Anak Sekarang Juga!

Cegah Penularan Hepatitis Pada Ibu Hamil dan Anak Sekarang Juga!

Anak yang baru lahir justru lebih rentan terkena virus hepatitis B. Cegah dan kenali proses penularannya sejak dini.

Bahaya hepatitis saat ini tengah menjadi pusat perhatian oleh pemerintah. Jumlah kematian yang terus meningkat membuat Anda harus lebih waspada dan rutin melakukan kontrol kesehatan untuk mengetahui ada tidaknya virus tersebut. Bagi para ibu hamil, hepatitis terbilang cukup rentan tertular kepada calon janin. Jadi, Anda dianjurkan untuk mecegah dan memutus rantai penularan sejak anak masih berada di dalam rahim.

Menurut dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH, selaku perwakilan dari Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, sekaligus dokter spesialis penyakit dalam, menjelaskan. “Ibu yang memiliki carier hepatitis B dan HbeAg positif maka bayi yang dilahirkan 90% kemungkinan terinfeksi dan menjadi carier. Kemungkinan 25% dari jumlah tersebut akan meninggal karena hepatitis kronik atau kanker hati.” Oleh karena itu, sebaiknya Glitzy Mom mengenal proses penularan serta cara mencegahnya seperti berikut ini, agar sang buah hati dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat.




Proses Penularan

Penularan hepatitis kepada anak, biasanya terjadi secara vertikal. “Penularan vertikal biasanya dialami pada masa perinatal, yaitu penularan dari ibu kepada anak yang baru lahir—5% saat di dalam kandungan, 95% setelah anak lahir. Dengan begini, bayi akan lebih rentan tertular justru bukan pada saat di dalam kandungan, namun setelah mereka lahir”.

“Bayi yang rentan tertular hepatitis adalah pada saat tahun pertama kehidupannya. Hampir 90% diantaranya akan berkembang menjadi hepatitis B kronis yang berpotensi menjadi sirosis dan kanker hati. Bila tertular di usia 2 – 4 tahun, 30 – 50 % akan berkembang menjadi hepatitis kronik,” jelas dr. Irsan.




Cara Pencegahan

Pemberian Vaksin

“Saat anak baru lahir, sebaiknya segera berikan vaksin, jika sang ibu memiliki HbeAg positif. Pemberian vaksin dilakukan setelah sang bayi dirasa sudah cukup stabil. Vaksin ini dapat dilakukan kurang dari 24 jam—secepatnya—setelah lahir. Hal ini bertujuan untuk memutus tali rantai penularan hepatitis B terhadap sang anak. Jika sudah lebih dari 24 jam, maka kemungkinan besar sang anak akan tertular dan sulit untuk ditangani lagi.”


Melakukan Imunisasi

“Setiap bayi yang baru lahir selalu dianjurkan untuk diberikan imunisasi secara berkala dan lengkap. Anda sebaiknya berikan imunisasi hepatitis B, yang kini sudah masuk dalam program imunisasi Nasional. Hal ini sangat membantu pencegahan penularan virus hepatitis terhadap anak.”


Imunisasi Secara Berakala

“Sebaiknya, lakukan imunisasi aktif, yaitu diberikan intramusculer dengan dosis pada bayi dan anak 3 – 4 kali serta 3 kali pada orang dewasa. Sedangkan pada anak yang baru lahir, sebaiknya lakukan imunisasi secara berkala, yaitu 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan sekali, untuk memastikan tidak ada penularan hepatitis pada anak.”

(Elizabeth Puspa, Image: Berbagai Sumber)

You Might Also LIke