×

Stay in The know

Motherhood

4 Cara Efektif Menghentikan Kebiasaan Gigit Kuku pada Anak

4 Cara Efektif Menghentikan Kebiasaan Gigit Kuku pada Anak
Anggia Hapsari

Fri, 24 January 2020 at 09.02

Hindari kebiasaan menggigit kuku dengan beberapa langkah berikut.  

Durasi baca: 1 menit 


Ada banyak alasan di balik kebiasan mengigit kuku pada anak. Namun, menurut Winna Andarini, Psi,Msi kebiasaan menggigit kuku merupakan salah satu bentuk kebiasan untuk menghilangkan rasa gugup atau kebiasaan yang dapat membantu seseorang dapat berkonsentrasi.  


Kebiasaan menggigit kuku pada anak tersebut kurang lebih sama seperti kebiasaan mengisap jempol tangan, menggemeretakkan gigi, memelintir rambut, atau menarik rambut yang bisa saja berlanjut hingga anak itu dewasa.  

(BACA JUGA: 4 Cara Memotong Kuku Anak yang Benar)


PENGALIH PERHATIAN 

Kebiasaan menggigit kuku pada anak merupakan salah satu cara menghilangkan ketegangan ketika ia merasa gelisah. Kegelisahan tersebut dapat diakibatkan berbagai hal seperti mengenal orang baru di lingkungannya, malu di antara keramaian, belajar hal baru di lingkungan sekolah atau rumah, dan sebagainya.


Umumnya, kebiasaan tersebut akan menghilang dengan sendirinya ketika anak sudah memasuki usia prasekolah. Namun, jika ternyata masih menjadi kebiasaan anak dan tak juga menghilang, bantu si Kecil dengan beberapa hal berikut:  


CARI SUMBER MASALAH 


(Foto:verywellfamily.com)


Kebiasaan menggigit kuku pada anak terjadi karena takut, stres, atau merasa tertekan terhadap sesuatu. Jangan ragu untuk mencari sumber masalah mengapa mereka mulai menggigit kuku. 

(BACA JUGA: 5 Cat Kuku Cantik Pilihan Editor GLITZMEDIA.CO)



Bila alasannya karena rasa takut dan stress, buatlah suasana diskusi yang nyaman dan bantu mereka mencari solusi dari masalah yang dihadapi.  


JANGAN DIHUKUM 

Memarahi, menghukum, dan melarang anak tanpa diberi penjelasan akan membuat mereka cenderung stres dan makin mengulangi kebiasaan menggigit kuku.  


Komunikasikan kebiasaan buruknya secara baik-baik layaknya seorang sahabat anak Anda. “Apakah kamu malu?” atau “Kamu sedang takut ya?”. Dengan demikian, anak akan terpancing untuk lebih banyak bercerita kepada Anda. 


Selama anak Anda tidak membahayakan dirinya dan tidak terlihat tertekan karena stres, Anda dapat bernapas lega. Kurangi keinginannya menggigit kuku dengan memotong kuku jemarinya serta menjaga tangannya tetap rapi dan bersih. Di pasaran, Anda pun dapat membeli produk khusus seperti cat kuku yang membantu mengurangi kebiasaan menggigit kuku. 



Jika anak Anda perempuan, Anda pun bisa mengaplikasikan cat kuku berbadan dasar air yang dibuat khusus anak. Dengan kuku yang dipoles warna cantik, si Kecil pasti enggan untuk melakukan kebiasaan menggigit kuku. 


Memberikan cairan pedas atau pahit pada kukunya malah membuat si Kecil merasa sedang dihukum. Jangan ragu untuk memberikan penjelasan tentang dampak buruk bila mereka terus menggigit kuku.  


ALIHKAN PERHATIAN ANAK 

Kebiasaan menggigit kuku pada anak dapat diminimalkan dengan mengalihkan perhatian mereka seperti memberi mainan atau mengajak mereka melakukan aktivitas lain. Dengan mengalihkan perhatian, anak akan sibuk melakukan aktivitas dengan kedua tangannya dan lupa dengan kebiasaan menggigit kuku.


Bila anak sudah bisa lepas dari kebiasaan menggigiti kuku, jangan ragu untuk memberikan pujian. Hal ini akan membuat mereka terus percaya diri dan semangat menghilangkan kebiasaan buruk ini.  


BERI REWARDS 

Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun sulit menghentikan kebiasaan buruknya. Itulah sebabnya Anda perlu memberikan hadiah kepada anak jika ia dapat menghentikan kebiasaan buruknya. Mulailah secara bertahap. 


Buatlah persetujuan dengan anak untuk memberikan peringatan atau kode saat ia tidak sadar mulai melakukan kebiasaan menggigit kuku. Seperti menyentuh tangannya atau melontarkan kata-kata sandi tertentu sebagai pengingat. 


Jika ia berhasil untuk tidak menggigiti kuku selama setengah hari, berikan sticker bintang. Sticker tersebut harus dikumpulkan sebanyak lima kali untuk mendapatkan hadiah. Tingkatkan tantangan ini secara bertahap. Misalnya, ia akan memperoleh sticker bintang jika berhasil tidak menggigit kuku selama sehari, dan seterusnya. 


Anak-anak memiliki preferensi yang berbeda-beda, tapi secara umum, semakin anak Anda merasa dilibatkan sebagai partner dalam usaha menghentikan kebiasaan menggigit kuku pada anak, maka kemungkinan keberhasilannya akan cenderung lebih besar. 

 (Anggia Hapsari, foto:Allure.com)



You Might Also LIke