Stay in The know

Motherhood

Begini Cara Menghadapi Bully di Keluarga Sendiri

Begini Cara Menghadapi Bully di Keluarga Sendiri

Bicarakan baik-baik hingga hadapi dengan rasa percaya diri adalah beberapa cara menghadapi bully di keluarga.

Durasi baca: 1 menit.


"Mana pacarmu?", "Kapan kamu menikah?", "Kamu kok belum hamil-hamil?", atau “Badanmu gendut sekali, awas nanti nggak laku", dan lain sebagainya, adalah kalimat yang mungkin sering dilontarkan oleh orangtua kepada anaknya. Bagi mereka atau Anda hal ini mungkin adalah hal biasa. Namun sebetulnya kalimat-kalimat ini merupakan jenis kalimat bully, lho!


Bully atau bullying, dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai intimidasi atau pelecehan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), intimidasi pelecehan diartikan sebagai tindakan menakut-nakuti, gertakan, ancaman, hingga aksi memaksa orang atau pihak lain untuk melakukan sesuatu.

(BACA JUGA: Selain Gangguan Mental, Bullying Juga Memiliki Dampak Lain)


Sedangkan pelecehan adalah aksi dari leceh atau melecehkan. Yakni kondisi ketika seseorang diremehkan hingga mengalami penghinaan. Baik secara psikologis maupun fisik. Umumnya, bully kerap terjadi di lingkungan luar seperti tempat kerja, sekolah, pertemanan, dan lain sebagainya.


Tapi tahukah Anda, bahwa bully sebetulnya juga berasal dari rumah? Terutama dari orangtua atau kakak adik. Kasus bully bisa Anda laporkan ke pihak yang berwajib bila Anda merasa sakit hati atau terluka. Termasuk karena di-bully oleh keluarga sendiri. Namun apakah Anda tega melaporkan orangtua atau kakak adik ke pihak berwajib?


Maka dari itu sebaiknya simak artikel berikut ini yang akan membahas soal cara menghadapi bully di keluarga dengan bijak. Semoga bisa membantu Anda dalam mengatasi masalah yang sedang dihadapi.




BICARA DENGAN LANTANG

Cara menghadapi bully di keluarga yang pertama adalah jangan takut untuk bicara dengan lantang. Katakan pada orangtua atau kakak-adik Anda, bahwa Anda tidak suka diperlakukan seperti yang selama ini mereka lakukan.


Misalnya Anda selalu dibanding-bandingkan dengan saudara Anda, katakan bahwa Anda tidak menyukai hal tersebut. Jika keluarga Anda adalah orang yang bijak, maka mereka seharusnya akan mengerti dan berhenti melakukan hal tersebut. Namun jika tidak, Anda bisa coba cara berikutnya.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke