×

Stay in The know

Motherhood

Anak-Anak dari Orangtua Bekerja Lebih Rentan Mengalami Obesitas. Benarkah Demikian?

Anak-Anak dari Orangtua Bekerja Lebih Rentan Mengalami Obesitas. Benarkah Demikian?
Saskia Damanik

Fri, 11 November 2016 at 09.00

Apa pengaruh orangtua bekerja dengan anak yang alami obesitas? Temukan jawabannya di sini.

Mungkin Anda merasa bingung, mengapa orangtua bekerja dapat membuat anak mengalami obesitas? Dr. Wencke Gwozdz, selaku peneliti asal Copenhagen Business School, Amerika Serikat, menjelaskan jika anak-anak yang lebih sering ditinggal orangtua yang bekerja akan lebih mandiri dalam segala hal—termasuk memilih makanan. Mereka akan mudah membeli makanan atau jajanan apapun, tanpa pantauan dari orangtuanya. Apalagi jika Glitzy Mom tidak pernah membawakan bekal untuk anak saat dirinya sekolah.

“Kids do so now because they eat more junk food and don’t do a two-mile hike three days a week. Working parents are being blamed for not giving their kids more home cooking. Children of parents who both work are more likely to be overweight, and childhood obesity parallels the rise in women going out to work. It’s all too easy to blame working mums,” ujar Dr. Wencke.


Obesitas pada anak terjadi akibat tidak adanya kontrol asupan yang masuk ke dalam tubuhnya. Anak membeli  makanan tanpa mempedulikan kandungan protein ataupun kabohidrat di dalamnya. Bahayanya, mereka lebih gemar membeli junk food atau makanan dengan tinggi lemak, garam, dan, gula, yang jika dibiarkan lama-lama akan menjadi awal dari buruknya kesehatan.  

“Out-of-home meals are generally linked to a higher risk of childhood obesity because they are often high in fat, sugar and salt. This high prevalence is concerning because of obesity’s harmful effects on children’s emotional and physical health and the high likelihood that childhood obesity will transmit into adulthood,” tambah Dr. Wencke. 

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke