×

Stay in The know

Motherhood

5 Masalah Kesehatan Anak Akibat Terlalu Banyak Menonton TV

5 Masalah Kesehatan Anak Akibat Terlalu Banyak Menonton TV
Anggia Hapsari

Wed, 13 February 2019 at 09.02

Bu, menonton TV pada anak balita sebaiknya dibatasi tidak lebih dari dua jam sehari. 

Durasi baca: 55 detik


Anak balita memang gemar menonton film, terutama film kartun yang menghadirkan aneka macam warna dan gerak menggemaskan. Tak heran jika anak dapat duduk tenang di depan TV. Anda pun dapat lebih leluasa melakukan pekerjaan rumah sehari-hari.


Hati-hati, Bu! Karena menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Washington Child Health Institute di Amerika Serikat, membiarkan anak duduk diam sambil menonton TV terlalu lama dapat memengaruhi kemampuan fokus dan konsentrasinya. Bahkan beberapa anak bahkan dapat menunjukkan sifat hiperaktif. Kondisi tersebut dapat Anda lihat jelas pada saat anak mulai memasuki usia sekolah dasar.

(BACA JUGA: Panduan Menonton Televisi Bersama Anak)



Itulah sebabnya anak balita sebaiknya diberi batasan waktu menonton TV, termasuk bermain gadget, tak lebih dari dua jam sehari. Tak hanya sebatas menurunnya fokus dan konsentrasi, beberapa hal ini ini juga dapat terjadi pada anak: 


SCREEN DEPENDENCY DISORDER

Membiarkan anak menonton TV atau bermain gadget terlalu sering berpotensi menyebabkan screen dependency disorder atau penyakit ketergantungan pada layar TV. Masalah ini tidak bisa dianggap sepele karena ternyata bisa berlangsung seumur hidup anak. 


MELEBIHI WAKTU SCREEN TIME YANG DISARANKAN

(Foto: Cultofmac.com)


Berdasarkan saran para ahli, anak sebaiknya tidak menatap layar elektronik lebih dari satu hingga dua jam sehari. Namun faktanya, ada banyak anak yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton TV atau bermain gadget. 


Terlalu banyak bermain menonton TV dan gadget bisa memicu masalah kesehatan lain seperti mata silinder atau minus sebelum anak cukup usia hingga obesitas yang disebabkan mindless eating yang disebabkan keinginan makan lebih besar saat menonton TV dibanding saat melakukan aktivitas lainnya. 


GANGGUAN TIDUR

Terlalu sering menonton TV dapat menurunkan kadar hormon melatonin yang ada di otak. Kondisi ini akan memengaruhi ritme alami tubuh sehingga membuat seseorang terjaga lebih lama, tidur tidak teratur, dan mudah lelah. 


Tak hanya itu, berkurangnya level melatonin seringkali dikaitkan dengan pubertas dini pada anak perempuan


LEBIH AGRESIF

Anda sebaiknya mengontrol acara TV dan film di kanal online yang boleh ditonton anak. Karena ada kemungkinan besar anak tidak sengaja menyaksikan adegan kekerasan yang belum dimengerti olehnya. 

(Foto: Youngparents.com)


Penelitian University of Washington Child Health Institute yang melibatkan lebih dari 3.000 anak usia 3 tahun menemukan bahwa anak-anak yang terlalu sering menonton TV, secara langsung atau pun tidak, akan berisiko untuk memamerkan perilaku agresif.

(BACA JUGA: Kenali Ciri- Ciri Anak Hiperaktif)



MEMENGARUHI PERKEMBANGAN ANAK

Selain berpengaruh pada kesehatan anak, terlalu sering menonton TV  juga berpengaruh pada kemampuan motorik, interpersonal, dan komunikasi anak. Hal ini menyebabkan beberapa perkembangan anak terhambat seperti terlambat bicara, berjalan, dan sebagainya. Hal ini bisa berdampak serius pada tumbuh kembang anak. 


(Anggia Hapsari, foto: Moms.com)

You Might Also LIke